Pantau Flash
Di Hari Raya Idul Fitri, Kasus Positif COVID-19 Naik 3.448 dengan Total 1.731.652
Menag Yaqut: Selamat Memperingati Kenaikan Isa Almasih
Anies Apresiasi Sikap Presiden Jokowi Soal Palestina
11.281 Personel Gabungan Diturunkan Amankan Pelaksanaan Salat Ied di 2.922 Masjid di Jakarta
TPU Pondok Kelapa Tiadakan Kegiatan Ziarah hingga 16 Mei 2021

Soal Revisi UU MD3, Fraksi NasDem: Akan Ada Prasangka Bagi-bagi Kekuasaan

Soal Revisi UU MD3, Fraksi NasDem: Akan Ada Prasangka Bagi-bagi Kekuasaan Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR, Ahmad M Ali. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Ahmad M. Ali mempertanyakan urgensi dilakukannya revisi UU nomor 2 tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) khususnya terkait penambahan jumlah pimpinan MPR dari lima menjadi 10 orang.

"Apa sih urgensinya revisi tersebut khususnya mengubah pimpinan MPR. Apa nanti masyarakat nilainya sebagai bagi-bagi kekuasaan," kata M. Ali kepada Antara di Jakarta, Minggu(1/9/2019).

Dia menilai masih banyak produk legislasi lain yang menyangkut kepentingan masyarakat harus segera dibahas dan disetujui DPR menjadi UU. Karena itu dia menilai revisi UU MD3 bukan hal yang prioritas dilakukan DPR pada akhir periode 2014-2019.

Baca juga: Soal Revisi UU MD3, Fraksi Golkar: Jalankan Dahulu Regulasi yang Ada!

"Namun pengambilan keputusan di DPR itu kan secara lembaga, bisa saja NasDem tidak setuju lalu kalau 9-10 fraksi mengatakan setuju, kami bisa apa," ujarnya.

Dia mengatakan, F-NasDem belum mengetahui secara pasti materi revisi UU MD3 yang sudah bergulir di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI karena belum diajak komunikasi terkait rencana tersebut. Karena itu dia memperkirakan wacana tersebut sudah bergulir di Baleg DPR namun secara kelembagaan dalam fraksi belum dikomunikasikan.

"Karena kalau sudah dibicarakan antar-fraksi di DPR, pasti saya tahu karena saya Ketua Fraksi Partai Nasdem. Namun saya belum tahu materi revisi tersebut," katanya

Namun dia menekankan bahwa Fraksi NasDem membuka ruang dialog atas rencana revisi UU MD3 terkait penambahan kursi pimpinan MPR untuk mendengarkan argumentasi pengusul revisi. Ali menilai tidak masalah dilakukan revisi UU MD3 kalau pengusul bisa meyakinkan revisi tersebut berdampak positif bagi peningkatan kinerja MPR dan pengawalan ideologi Pancasila semakin baik.

Baca juga: Nama Kuat Calon Pimpinan DPR dari NasDem: Johnny Plate hingga Rachmat Gobel

"Namun kalau argumentasinya penambahan kursi pimpinan MPR hanya bagi-bagi kekuasaan, Fraksi NasDem akan menolak," ujarnya.

Dalam draf revisi UU MD3 yang beredar, Pasal 15 ayat (1) menyebutkan jumlah pimpinan MPR terdiri atas satu orang ketua dan paling banyak sembilan orang wakil ketua MPR.

Lalu dalam Pasal 15A ayat (1) menyatakan pimpinan akan dipilih dari dan oleh anggota MPR dalam satu paket yang bersifat tetap yang berasal dari fraksi dan/atau kelompok anggota dalam sidang paripurna. Dalam pasal 15A ayat (3) disebutkan bahwa setiap fraksi dan kelompok anggota dapat mengajukan satu orang bakal calon pimpinan MPR.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: