Pantau Flash
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19
Bareskrim Polri Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka Surat Jalan Palsu

Status Panti Berubah Jadi Balai, 30 Penyandang Disabilitas Bandung Telantar

Status Panti Berubah Jadi Balai, 30 Penyandang Disabilitas Bandung Telantar Para penyandang disabilitas memasang tenda dari terpal sebagai tempat penampungan sementara di depan Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (15/1/2020). (Foto: Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)

Pantau.com - Sekitar 30 orang penyandang disabilitas telantar di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, depan kompleks bangunan Panti Wyata Guna setelah perubahan status panti menjadi balai.

Perwakilan penyandang disabilitas, Elda Fahmi (20) mengatakan kawan-kawan penyandang disabilitasnya itu telah menginap di trotoar depan Wyata Guna sejak Selasa (14/1/2020) malam. Hal tersebut, kata dia, merupakan dampak perubahan status yang berlanjut kepada pemberhentian pemberian layanan sosial.

"Kata (pengelola Balai Wyata Guna) kalian nggak punya hak di sini lagi, ini udah balai. Kalian tolong pergi karena kami tidak memberikan pelayanan lagi," kata Elda di depan Balai Wyata Guna, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: 1.649 Rumah Warga Hanyut Akibat Banjir di Lebak

Di trotoar tersebut para penyandang disabilitas memasang karpet serta memasang terpal plastik sebagai tenda berteduh. Selain itu barang-barang milik para penyandang disabilitas juga tersimpan di tempat pengungsian sementara tersebut.

Menurut Elda, kini para penyandang disabilitas hanya mendapat pelayanan selama enam bulan ketika status panti diubah menjadi balai. Selain itu, perubahan status menjadi balai bakal berdampak pada layanan rehabilitasi yang akan diterima oleh penyandang disabilitas.

"Di sini balai pada dasarnya tidak memberikan pendidikan dasar, hanya pelayanan pelatihan lanjutan yang dimana mereka tidak memberikan layanan pendidikan," kata Elda.

Baca juga: Aniaya Sopir Taksi di Bali, Gerard Diciduk Polisi

Sementara itu, Kepala Balai Wyata Guna Sudarsono mengatakan bahwa para penyandang disabilitas yang dikeluarkan itu merupakan para penerima layanan yang telah melalui fase terminasi. Menurut Sudarsono, terminasi yang dimaksud adalah berakhirnya masa layanan rehabilitasi.

"Dari konteks layanan kami sudah sosialisasikan itu, pelayanan selama enam bulan, ini sesuai peraturan, sehingga kami menjalankan itu (terminasi)," kata Sudarsono.

Menurutnya mekanisme tersebut telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Disabilitas.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: