Suap Gula, 2 Konsultan Pajak PT GMP Divonis 2,5 Tahun dan 3,5 Tahun

Headline
Gula pasir produksi PT GMP. (Foto: Istimewa)

Pantau – Majelis Hakim Tipikor menjatuhkan hukuman masing masing 2 tahun 6 bulan dan 3 tahun 6 bulan kepada terdakwa konsultan pajak dari Foresight Consulting Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas, di pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Majelis Hakim pimpinan Fahzal Hendri dalam pertimbangannya menilai, keduanya telah terbukti bersalah dalam perkara dugaan suap kepada pejabat pajak mantan direktur P2 DJP Gatsu Angin Prayitno Aji dan kawan kawan.

Keduanya dinilai telah menerima bagian 1,5 miliar dari total uang suap yang dikeluarkan sebesar Rp15 miliar, oleh PT Gunung Madu Plantations, terkait rekayasa pembayaran pajak yang seharusnya sebesar Rp588 miliar menjadi hanya Rp 19 miliar lebih tahun pajak PT GMP 2016.

Dalam pertimbangannya hakim menyakini telah terjadi tindak pidana korupsi berupa penyerahan uang di basement parkiran Hotel Kartika Candra, ketika Aulia Imran Magribi membawa mobil berisi 5 kardus berisi uang senilai Rp13,5, menyerahkan kepada Yulmanizar.

Yang kemudian pada keesokan harinya yulmanizar lapor ke Wawan Ridwan dikantor pajak DjP Gatsu. Selanjutnya atas permintaan angin Prayitno Aji uang ditukar kedalam mata uang dolar Singapura.

Berdasarkan perhitungan setelah ditukar ke dalam mata uang dolar di money changer ternyata hanya sebesar Rp13,5 miliar, sehingga sisanya setelah dipotong 10 persen dari total Rp15 miliar.

Hakim meyakini jatah Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas adalah masing masing Rp1,5 miliar.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Aulia Imran Maghribi dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan dan kepada terdakwa II Ryan Ahmad Ronas dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan,” ujar Hakim ketua Fahzal Hendri.

Hakim juga menjatuhkan pidana denda masing masing Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Denda masing-masing Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” katanya.

Kemudian Hakim menjatuhkan, pidana tambahan membayar uang pengganti masing masing sebesar Rp750 juta, atau pinjara selama 6 bulan jika tidak terbayarkan.

Atas vonis yang dijatuhkan, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya menyatakan pikir pikir.

Sementara jaksa penuntut umum KPK melalui Ariawan Agustiartono langsung menyatakan banding dengan alasan, tidak sesuai dengan tuntutan yang diajukan dan juga masa penahanan yang hampir habis.

Adapun tuntutan Jaksa KPK sebelumnya adalah masing-masing 3 tahun dan 4 tahun pidana penjara. [Laporan: Syrudatin]

 

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni