Pantau Flash
Sudah Dua Kali Vaksin, Yuna Brave Girls Dinyatakan Positif Covid-19
Kasus Omicron Kian Tinggi, Menag Minta Imlek Dirayakan Sederhana dan Patuhi Prokes
Komnas HAM Temukan Lebih dari Satu Korban Tewas di Kerangkeng Milik Bupati Langkat
Ketum PBNU: Kikis Politik Identitas yang Digunakan sebagai Senjata Politik
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus Pengeroyokan Lansia di Cakung

Sudah Ada JKN-KIS, Kerja Tenang, Dagangan Laris

Sudah Ada JKN-KIS, Kerja Tenang, Dagangan Laris Hisyam sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh Pemerintah. (BPJS Kesehatan)

Pantau.comUsia yang semakin bertambah tak menyurutkan semangat Moch. Riskin Hisyam (65) untuk terus bekerja demi keluarga. Sehari-harinya ia berjualan kopi dan minuman ringan di sepanjang Jalan Singosari, Podosugih, Kota Pekalongan.

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun lalu cukup membuatnya khawatir, namun hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membuatnya lebih tenang. Hisyam sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh Pemerintah.

“Penghasilan saya sebagai pedagang tidak menentu, apalagi saat pandemi seperti ini. Tapi saya sekarang tidak khawatir karena kesehatan saya dijamin lewat Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Menurut saya program ini sangat mulia bagi masyarakat kecil seperti saya,” tutur Hisyam, sebagaimana dilansir dari laman resmi BPJS Kesehatan, Selasa (4/1/2022).

Baca juga: BPJS Kesehatan Raih Penghargaan Inovasi Layanan Digital Tingkat ASEAN

Bapak dari tiga orang anak ini sudah pernah merasakan manfaat pelayanan kesehatan saat berobat di Puskesmas Bendan, Kota Pekalongan. Pengobatan itu diperlukan karena Hisyam mengalami sakit tipes. Ia bercerita bahwa tenaga kesehatan melayaninya dengan baik dan ramah. Selain layanan yang baik, hal yang terpenting baginya adalah biaya pengobatan yang tidak dibebankan langsung kepadanya.

Baca juga: Jadi Tulang Punggung JKN-KIS, Fungsi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Diperkuat

“Waktu saya sakit tifus itu badan rasanya lemas sakit semua sampai tidak kuat untuk bekerja. Alhamdulillah bisa berobat gratis di Puskesmas dan dilayani dengan istimewa tanpa ada perbedaan apapun meski saya peserta PBI. Oleh karena itu saya heran kenapa banyak sekali diluar sana yang bilang jika pelayanan BPJS Kesehatan dibedakan. Itu bohong,” tegas Hisyam.

Hisyam menyampaikan terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan karena sudah menyelenggarakan Program JKN-KIS dengan baik. Menurutnya program ini merupakan sumber ketenangan jiwa baginya. Adanya JKN-KIS membuatnya bisa bekerja dengan tenang tanpa takut jika sakit sewaktu-waktu.

“Tidak terbayangkan jika tidak ada JKN-KIS ini, kepala sudah pusing mikir biaya sekolah anak-anak ditambah pusing lagi karena takut sakit dan tidak bisa berobat karena tidak punya biaya. Terima kasih BPJS Kesehatan, semoga kualitas pelayanan ke depan semakin meningkat dan bisa memuaskan seluruh peserta JKN-KIS,” pungkas Hisyam. 

Tim Pantau
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: