Pantau Flash
Hak Asimilasi Napi yang Berulah Usai Dibebaskan Bakal Dicabut
Italia Berencana Perpanjang Lockdown hingga 3 Mei
FIFPro Ingatkan Ancaman Kesehatan Mental Pesepak Bola
3 BUMN Patungan Sediakan 80 Ribu APD untuk Rumah Sakit
Dari 256 Pasien Korona di Jatim, 63 di Antaranya Berhasil Sembuh

Sudirman Said Beberkan Pertemuan Jokowi-Freeport, PDIP Ogah Ambil Pusing

Sudirman Said Beberkan Pertemuan Jokowi-Freeport, PDIP Ogah Ambil Pusing Maruarar Sirait (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Bendahara Umum Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Maruarar Sirait ogah mempermasalahkan pernyataan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said yang mengungkap pertemuan rahasia antara Presiden Joko Widodo dengan bos Freeport Indonesia.

"Ya enggak apa-apa. Pak Sudirman Said kan pernah menjadi menteri dan membantu Pak Jokowi. Kalau ada informasi yang dia miliki ya, mungkin kasih tahu saja ke publik," ujar Maruarar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Baca juga: BPN Tantang Jokowi Debat dengan Sudirman Said Soal Freeport

Pria yang akrab disapa Ara itu mengungkapkan pihaknya saat ini memilih tak berprasangka buruk. Asalkan pernyataan yang diungkapkan Sudirman harus berlandaskan data yang valid.

"Mungkin baru menerimanya atau tahu sekarang. Jadi ya dibuka saja. Kan kita negara demokrasi, negara hukum, orang boleh menyampaikan pandangan, menyajikan informasi selama didukung data-data dan saksi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ara menegaskan, bahwa saat ini pihaknya tetap menghormati apa yang menjadi pendapat dari mantan menteri ESDM tersebut. "Kalau punya informasi itu, ya silakan saja," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang juga mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, blak-blakan soal surat tertanggal 7 Oktober 2015. Surat itu disebut-sebut sebagai cikal bakal perpanjangan izin PT Freeport Indonesia di Papua.

Baca juga: Sudirman Said Blak-blakan Ungkap Isi Pertemuan Rahasia Jokowi dengan Bos Freeport

"Surat 7 Oktober 2015. Jadi surat itu seolah-olah saya yang memberikan perpanjangan izin, itu persepsi publik," kata Sudirman dalam diskusi yang diselenggarakan Institut Harkat Negeri, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Sudirman membantah bahwa surat keluar atas inisiatifnya. Dia mengungkapkan, surat bisa keluar karena diperintahkan oleh Joko Widodo selaku Presiden Indonesia yang juga atasannya sewaktu menjadi menteri.

"Saya ceritakan kronologi tanggal 6 Oktober 2015 jam 08.00 WIB, saya ditelepon ajudan Presiden untuk datang ke Istana. Saya tanya soal apa Pak, dijawab tidak tahu. Kira-kira 08.30 WIB saya datang ke istana. Kemudian duduk 5 sampai 10 menit, langsung masuk ke ruangan kerja Pak Presiden," ungkap Sudirman.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah

Berita Terkait: