Survei SMRC: 57 Persen Masyarakat Menilai LGBT Berhak Hidup di Indonesia

Headline
Ilustasi LGBT. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)Ilustasi LGBT. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com – Isu mengenai Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) merebak di tengah masyarakat pasca pernyataan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan viral hingga menuai pro dan kontra.


Saiful Mujani Research Center (SMRC) memanfaatkan ramainya isu tersebut untuk melakukan riset terkait orientasi seksual menyimpang itu. Hasilnya, 57,7 persen menyatakan LGBT punya hak hidup di Indonesia, meski 41,1 persen sebaliknya. Hal ini dinilai sebagai salah satu bentuk toleransi warga negara Indonesia (WNI).


“Ini kabar menggembirakan bagi mereka yang percaya demokrasi dan HAM. Jadi ada toleransi,” ujar Direktur SMRC, Ade Armando, Jakarta, Kamis (25/1/2018).


Baca juga: MUI Sebut Ada Aliran Dana Asing untuk Legalkan LGBT di Indonesia



Ilustrasi LGBT. (Foto: Pixabay)


Meski begitu, masyarakat Indonesia masih menilai LGBT adalah sebuah ancaman. 87,6 persen menyatakan LGBT harus segera dihilangkan. Sementara 10,8 persen lainnya berpandangan sebaliknya. 


“Sekitar 80 persen keberatan LGBT jadi tetangganya, dan 90 persen tidak menerimanya jika jadi Bupati, Gubernur atau Presiden,” tutur Ade.


Survei SMRC yang dilakukan pada Maret 2016, September dan Desember 2017, melibatkan 1.220 responden dengan metode wawancara sampling. Menggunakan Margin of error 3,1 persen hingga 3,2 persen.


Baca juga: PAN Sebut Ada Peran LSM di Balik Isu Panas LGBT

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta