Pantau Flash
Sri Mulyani Usul Minuman Manis dalam Kemasan Jadi Objek Cukai
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Emas ke Level Tertinggi
Ketua DPRD Sebut Surat Anies Baswedan Soal Formula E Ilegal
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

Suryanta Ginting Ngadu ke Ombudsman Soal Akses Jenguk, Ini Kata Polisi

Suryanta Ginting Ngadu ke Ombudsman Soal Akses Jenguk, Ini Kata Polisi Ilustrasi penjara. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Beredar infomasi yang menyebut jika tim kuasa hukum dari Paulus Suryanta Ginting akan mengadu kepada Ombudsman lantaran dibatasinya akses untuk menjenguk kliennya di rumah tahanan (Rutan) Mako Brimob.

Sebab, selama penahanan tim kuasa hukum selalu mendapat kesulitan untuk melakukan pembelaan karena dihalangi-halangi oleh polisi dengan berbagai alasan. Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan tak ada pembatasan akses untuk menjenguk semua tahanan.

Hanya saja, di setiap rumah tahanan memiliki aturan yang mengantur terkait waktu menjenguk dan sebagainya. "Ya namanya rutan ya, itukan ada aturannya ya menjenguk jam berapa, harinya kapan, waktunya kapan kan harus sesuai ketentuan ya," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: Mahasiswa Ini Pernah 4 Kali Loloskan Puluhan Kilogram Sabu dari Malaysia

Selain itu, Argo juga menegaskan bahwa pihak Rutan Mako Brimob hanya menjalankan semua tindaknya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

"Saya juga tidak tahu yang dilakukan apa, kan semuanya ada (aturannya/SOP). Sebaiknya orang bertamu pun ada (aturannya)," kata Argo.

Diberitakan sebelumnya, pengibaran bendera Bintang Kejora yang merupakan simbol Gerakan Papua Merdeka terjadi di depan Markas Besar TNI dan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Bendera itu dikibarkan oleh beberapa mahasiswa Papua di tengah menggelar aksi unjuk rasa.

Dalam perkara itu, enam orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Carles Kossay, Dano Tabuni, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Wenebita Wasiangge, dan Paulus Suryanta Ginting.

Baca juga: Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia Diungkap, Belasan Pengedar Dibekuk

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: