Pantau Flash
Jokowi Benarkan 4 WNI Positif Korona di Kapal Pesiar Diamond Princess
Ada Gubernur Belum Alihkan Kewenangan Izin Investasi, Bahlil Lapor Presiden
KPK Takut Tangkap DPO Eks Sekretaris MA Nurhadi?
Rapper Pop Smoke Tewas Ditembak di Rumahnya
Lewis Hamilton Tercepat Hari Pertama Uji Coba Barcelona

Susi Pudjiastuti Minta Maaf Jika Ada Kesalahan Selama Jadi Menteri

Susi Pudjiastuti Minta Maaf Jika Ada Kesalahan Selama Jadi Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto: Antara/Razi Rahman)

Pantau.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memohon maaf atas berbagai kesalahan dan kekhilafan terhadap awak media selama dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Susi mengatakan, ia hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

"Satu permintaan maaf apabila ada kesalahan-kesalahan selama sekitar 4,5 tahun ini," kata Menteri Susi di Kantor KKP, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Susi juga menyampaikan terima kasih atas segala dukungan dan sosialisasi terhadap berbagai program KKP.

Baca juga: Susi Pudjiastuti 'Ngamuk': Saya Demo Anak-Anak Muda, Stop Pakai Plastik!

Susi menuturkan, bila sekiranya dirinya tidak lagi menjadi menteri, maka wartawan juga dipersilakan mengunjungi kediamannya di Pangandaran, Jawa Barat.

Ia menuturkan, jangka waktu 4,5 tahun sebagai pembantu presiden di Kabinet Kerja ini merupakan perjalanan yang terasa panjang meski durasinya terasa singkat.

"Tanpa dukungan kawan-kawan (awak media) tentunya saya tidak bisa melaksanakan tugas saya sebagai Menteri KKP dengan baik," ucap Susi.

Sebelumnya, saat menggelar rapat kerja di Komisi IV DPR RI, Senin siang, Menteri Susi juga meminta maaf bila selama ini ada tindakannya yang tidak berkenan.

Baca juga: Ajukan Satu Pasal Perubahan UU Perkawinan, Ini Kata Menteri Yohana Yembise

Menteri Susi meminta maaf bila sekiranya dia pernah bersikap keras kepala, tetapi dirinya meyakini bahwa berbagai hal tersebut bertujuan untuk kebaikan bangsa Indonesia.

Ia juga berseloroh meski dikenal sebagai 'tukang nembakin kapal', tetapi kebijakan itu merupakan amanah dan bukannya karena ambisi pribadi. "Dengan kerendahan hati, saya memohon maaf," ucapnya.

Susi juga mengemukakan bahwa dia berbuat semampunya dengan mengandalkan segala intuisi sebagai pejabat negara, dan misalkan ada kekurangan, dirinya menyatakan hanya manusia biasa.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: