Pantau Flash
Paspor WNI Eks ISIS Akan Diblokir Pemerintah
Bappenas Sebut Ekonomi Indonesia 2021 Tergantung Donald Trump
Dua dari Tiga Pasien yang Dirawat RSHS Bandung Dinyatakan Negatif Korona
Menlu Retno Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Dewan HAM PBB
Omnibus Law Diklaim Kurangi Tumpang Tindih Aturan di Sektor Pertambangan

Sutiyoso Nilai Jika Depok dan Bekasi Gabung Jakarta Hanya Dapat Racunnya

Headline
Sutiyoso Nilai Jika Depok dan Bekasi Gabung Jakarta Hanya Dapat Racunnya Sutiyoso (Foto: Antara/Ricky Prayoga)

Pantau.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menilai jika Bekasi dan Depok bergabung ke Jakarta, maka akan memberikan dampak kurang baik bagi dua kota penyangga itu.

"Kalau menyatu seperti itu, daerah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) itu hanya dapat racunnya (sialnya)," kata Sutiyoso di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Wali Kota Depok Pilih Gabung DKI Jakarta Ketimbang Provinsi Bogor Raya

Sutiyoso menambahkan, justru daerah-daerah penyangga itu akan mendapat madunya jika digabung dalam konsep megapolitan yang dulu digagasnya.

"Justru nanti pembangunan akan bergeser ke tempat dia kalau megapolitan," ujar Sutiyoso.

Dalam konsep megapolitan, Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso, menjelaskan, secara garis besar adalah menghubungkan tata ruang, bukan administrasi.

Dalam artian secara administratif, Bekasi, Depok dan Bogor tetap wilayah Jawa Barat, Tangerang masih tetap wilayah Banten. Namun daerah-daerah tersebut bersama-sama Jakarta membangun tata ruangnya.

"Begitu loh, transportasi bisa menyatu menjadi satu sistem. Banjir kita bisa atasi bersama dan konsep itu ada di balaikota sudah dimatangkan, tinggal jalan," ucap Bang Yos.

Bang Yos menyebut munculnya wacana seperti itu karena saat ini konsep megapolitan seperti ditinggalkan dan daerah-daerah yang di dalamnya yakni Jabodetabek, jalan masing-masing.

"Jadi kalau selama ini jalan masing-masing, koordinasi saja yang tidak jalan," ucap Bang Yos.

Baca juga: Rapat Paripurna DPR Turut Diwarnai Interupsi Soal Kerusuhan Papua

Sebelumnya diberitakan Wali Kota Bogor Bima Arya sempat mengusulkan Provinsi Bogor dengan Bekasi sebagai salah satu wilayahnya. Namun, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku lebih memilih bergabung ke Jakarta.

Effendi menyatakan ikatan Bekasi lebih erat dengan Jakarta karena keberadaan TPST Bantar Gebang.

Senada dengan Effendi, Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad pun memilih bergabung ke Jakarta ketimbang ke Bogor.

Menurutnya, dari segi kultural Depok dan Jakarta banyak memiliki kesamaan dari kebudayaan Betawi. Selain itu, ia mengatakan hampir setengah lebih warga Depok hilir mudik ke Jakarta setiap harinya untuk bekerja.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: