Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Tak Lagi Fasilitas Asing, Terorisme Targetkan Polri di Tahun 2017-2018

Tak Lagi Fasilitas Asing, Terorisme Targetkan Polri di Tahun 2017-2018 Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Hasil dari kajian yang dilakukan oleh The Habibie Centre menyebutkan bahwa Polri menjadi target utama serangan terorisme pada tahun 2017-2018.

"Hampir 74 persen serangan terorisme di Indonesia pada tahun 2017-2018 menjadikan polisi sebagai target serangan utama," kata Direktur Program dan Riset The Habibie Center, Muhammad Hasan Ansori, dalam diskusi dan peluncuran buku "Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan" di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, target serangan terorisme di Indonesia mengalami perubahan. Sebelumnya target serangan mengarah pada orang asing dan fasilitas yang dimiliki orang asing.

Baca juga: Tersandung Dana Teroris, AS dan 34 Negara Perketat Awasi Bank Iran

Hasan mencontohkan, perubahan target serangan terorisme bisa terlihat dari penyerangan Polsek Wonokromo Surabaya oleh terduga teroris pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

"Serangan terorisme di Wonokoromo itu membuka mata dan memperlihatkan tren terkini bahwa polisi menjadi target serangan teroris, bukan orang asing maupun fasilitas orang asing lagi," papar Hasan.

Selain polisi, lanjutnya, target serangan teroris lainnya adalah masyarakat sebesar 11 persen, fasilitas agama (5 persen), dan target serangan lainnya (10 persen).

"Akan tetapi, jumlah ketiga sasaran ini tidak signifikan jika dibandingkan dengan polisi," ungkapnya.

Baca juga:  Kerusuhan Manokwari: 3 Polisi Jadi Korban, Kapolda dan Pangdam Dilempari


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: