Pantau Flash
Vanessa Bryant Gugat Operator Helikopter yang Tewaskan Suaminya
AEON Mall JGC Ditutup Sementara dan Dijaga Brimob Pasca Unjuk Rasa
Korona Tewaskan 12 Orang di Iran, 61 Orang Tertular
Wapres Ma'ruf Soal Pilkada: Jangan Jadi Sumber Perpecahan dan Permusuhan!
Anies Sebut Lebih dari 200 RW di Jakarta Terendam Banjir

Tak Terima Ditegur, Sopir Mobil Bak Marah dan Hampir Tabrak Petugas Dishub

Tak Terima Ditegur, Sopir Mobil Bak Marah dan Hampir Tabrak Petugas Dishub Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Andilou, memperlihatkan foto kejadian dia nyaris ditabrak sopir mobil pick up ugal-ugalan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (20/9/2019). (Foto: Antara/Andi Firdaus)

Pantau.com - Seorang petugas Dinas Perhubungan di Jakarta Timur nyaris ditabrak sopir mobil pick-up yang ugal-ugalan di Simpang Stasiun Buaran, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Cakung, Jumat pagi (20/9/2019).

"Saya lagi coba hentikan mobil itu karena menerabas lampu merah. Lagi pula di Simpang itu tidak boleh belok kanan," kata petugas itu, Andilou Richard, di Jakarta.

Pria yang bertugas di Satuan Pelaksana Suku Dinas Perhubungan Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, itu mengatakan kejadian itu berlangsung pukul 07.30 WIB. Saat itu sopir yang belum teridentifikasi identitasnya melaju dari arah Klender menuju arah Kanal Banjir Timur.

Baca juga: Begini Akhir Cerita Polisi yang Nemplok di Atas Kap Mobil di Pasar Minggu

Tepat di Simpang Stasiun Buaran, kata dia, supir pria berambut gondrong dan perawakan tegap itu menerobos rambu larangan belok kanan saat lampu merah menyala.

"Kendaraan pick-up warna biru tua itu sempat diprotes sejumlah pengendara dari arah Bekasi karena lampu lalu lintas sudah hijau. Mobilnya menghalangi kendaraan dari arah Bekasi," katanya.

Saat itu Andilou bergegas menghentikan kendaraan pick-up itu dan memberi teguran. Tapi, sopir justru naik pitam dan memarahi dia.

"Kami sempat cekcok mulut. Saya bilang, tidak boleh belok kanan. Saya stop mobilnya, saya minta berhenti dulu, tapi dia tidak mau," katanya.

Andilou sempat berupaya menahan laju mobil dengan berdiri menghalangi bagian depan mobil pick-up. "Saat saya minta surat-suratnya, saya malah dibentak-bentak dan badan saya terus diseruduk-seruduk sama mobilnya. Dia mengancam mau menabrak saya," katanya.

Baca juga: Begini Kronologis Lengkap Polisi yang Nemplok di Kap Mobil di Pasar Minggu

Andilou akhirnya menyingkir dari lintasan mobil pick-up dengan pertimbangan keselamatan, sebab khawatir terlindas.

"Saya langsung mengelak ke sisi jalan, karena mobil pick-up terus terusan ngegas mau nabrak saya," katanya.

Andilou mengaku belum sempat mencatat nomor polisi kendaraan tersebut, sebab sopir itu lebih dulu melarikan diri. "Saya sempat kejar sekitar 200 meter dengan menumpang motor salah satu pengendara yang kebetulan melintas. Di TKP kedua pas putaran, dia tetap mau nabrak saya," katanya.

Akibat kejadian itu, Andilou luka memar di bagian pergelangan tangan kanan saat berupaya menahan laju mobil pelaku.

 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: