Pantau Flash
Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta Jadi Tersangka
Ilham Saputra Ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Ketua KPU
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 28 September
Positif COVID-19 Betambah 4.071, Total Menjadi 252.923 Kasus
Pendapatan Negara Turun 13,1 Persen, hingga Agustus Capai Rp1.034,1 T

Tanggapi Pernyataan Jokowi Soal 3 Periode, Fadli: Saya Hargai!

Tanggapi Pernyataan Jokowi Soal 3 Periode, Fadli: Saya Hargai! Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara mebanggapi sikap atau pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan menolak usulan penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

Fadli mengaku bahwa dirinya mengapresiasi sikap tegas Jokowi terkait dengan isu tersebut. Menurutnya, pernyataan Jokowi tersebut sangat menenangkan dan bijaksana.

Baca juga: Soal Usulan 3 Periode, Jokowi: Ada yang Mau Nampar dan Cari Muka Sama Saya

"Saya sangat hargai. Sebab kalau isu ini terus berkembang dan liar gitu, saya kira akan bahayakan demokrasi," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Fadli meyakini bahwa isu penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode tidak datang dari presiden itu sendiri. Menurutnya, pernyataan Jokowi tersebut juga menutup isu 3 periode dan tak perlu diperpanjang lagi.

"Artinya presiden sendiri menyampaikan bahwa agaknya isu itu memojokkan baliau. Jadi dengan adanya pernyataan beliau yang menolak itu artinya ini adalah closing lah dari diskursus wacana presiden tiga periode. Saya sangat hormati apa yang disampaikan Jokowi," ungkapnya.

Sementara di sisi lain, ketika disinggung siapa yang dimaksud Jokowi bahwa isu ini bergulir lantaran ada yang mencari muka dihadapan presiden, Fadli mengaku tak tahu pasti siapa pihak yang dimaksud Jokowi tersebut.

Adapun menurut Fadli Partai Gerindra dan PDIP maupun partai yang lain mengusulkan amandemen UUD dilakukan secara terbatas dan hanya fokus kepada Gari Besar Haluan Negara saja.

"Jadi pembicaraan yang saya tahu soal itu. Bukan soal memperpanjang masa jabatan presiden," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo, mengatakan, pihak-pihak yang mengusulkan amendemen UUD 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode hanya ingin mencari muka.

Baca juga: PDIP: Amandemen Soal Haluan Negara Yes, Soal Masa Jabatan Presiden No!

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. (Mereka yang usul) itu, satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan, itu saja," kata Presiden Joko Widodo dalam acara diskusi dengan wartawan istana kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/12/2019).

Jokowi mengatakan, bahwa dirinya sebagai presiden adalah hasil dari pada proses pemilihan secara langsung. Sehingga kalaupun ada amandemen UUD hanya dibatasi soal haluan negara saja.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: