Terancam 5 Tahun Penjara, Ini Fakta Sidang Perdana Puta Siregar dan Rico Valentino!

Headline

Pantau – Bos PS Store Putra Siregar dan Rico Valentino terdakwa kasus pengeroyokan Nur Alamsyah menjalani sidang perdananya hari ini Jumat (24/6/2022). Keduanya terancam hukuman lima tahun penjara.

Keduanya didakwa pasal penganiayaan dan kekerasan. Terpantau pagi tadi keduanya menjalani sidang secara daring.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan kesimpulan bahwa terdapat bukti bengkak di sudut bibir kanan, luka-luka atau kelainan tersebut disebabkan oleh karena kekerasan tumpul.

“Perbuatan para terdakawa sebagaimana diatur dan daincam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap JPU.

Sementara itu, kuasa hukum para terdakwa tidak mau mengajukan eksepsi. Karena ingin langsung menjalani pembuktian.

“Secara materi kita kurang sependapat dengan dakwaan namun secara administratif formal penyusunan surat dakwaan sudah dilawan penuntut umum secara cermat lengkap dan jelas. Sehingga tidak melakukan eksepsi kita langsung memohon supaya pembuktian untuk memastikan benar atau tidaknya dakwaan material tersebut,” kata Kuasa Hukum Terdakwa Nur Wafiq Warodat, Jumat (24/6/2022).

Kemudian, JPU mengungkapkan hasil visum korban pengeroyokan

“Berdasarkan visum No. 0182/b1800/2022 tanggal 2 Maret 2022 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina Jakarta Selatan ditanda tangani Ayu Permatasari selaku dokter yang menangani Muhammad Nur Alamsyah, diperoleh kesimpulan pada tubuh benda bukti didapatkan bengkak di sudut bibir kanan, luka-luka atau kelalaian tersebut disebabkan oleh karena kekerasan tumpul,” kata Jaksa Penuntut Umum

Diberitakan sebelumnya, Putra Siregar dan Rico Valentino ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus pengeroyokan pada Nur Alamsyah. Diketahui peristiwa itu terjadi pada Rabu (2/3/2022) sekitar pukul 03.00 WIB di Code Cafe Senopatii, Jakarta Selatan.

Mulanya Nur Alamsyah sedang kongko bersama Saputra Aditya, Satya Cendikia Putra, dan Nabila Maharani di meja 4. Kemudian datang Chandrika Sari Jusman menghampiri Nabila.

“Keduanya ngobrol karena saling kenal sambil berpelukan dan menangis terharu karena temannya mau pergi ke luar negeri,” kata jaksa.

Sementara itu, di meja 7 ada Rico Valentino bersama Putra Siregar juga sedang duduk dengan teman-temannya. Kemudian Rico menghampiri meja 4 karena kenal dengan Chandrika Jusman.

“Terdakwa II menghampiri Chandrika dengan menarik tangannya, kemudian Nur Alamsyah terpancing emosi dan menegur Rico karena memaksa dan menarik-narik tangan Chandrika,” ujar jaksa.
“Setelah ditegur, Rico menjadi emosi dan langsung mendorong badan Nur Alamsyah dengan menggunakan tangan lalu memukul bagian dadad dan wajahnya menggunakan kepalan tangan kanan,” tambahnya.

Akibatnya Nur Alamsyah mengalami bengkak di bibirnya. Kemudian ia melakukan visum dan melaporkan kasus ni ke pihak berwajib.

Sehingga Putra Siregar dan Rico Valentino didakwa dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP juncto Pasal 351 (1) jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP dengan bunyi:

Pasal 170 ayat (1)

(1) Barangsiapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan

Pasal 351 ayat (1)

(1) Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda