Terbukti Bersalah, Guru Ngaji Cabuli 10 Santri di Depok Divonis 19 Tahun Penjara

Headline
Ilustrasi - Kampanye damai perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan pelecehan seksual. ANTARA/Aditya Pradana Putra/kye/aa

Pantau – Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok memvonis terdakwa MMS (69), guru ngaji yang mencabuli 10 santrinya, dengan hukuman 19 tahun penjara.

MMS terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pencabulan terhadap 10 anak di bawah umur yang tidak lain anak didiknya.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan 19 tahun penjara,” ujar Ketua majelis hakim, Ahmad Syafiq, Rabu (3/8/2022).

Selain itu, hakim juga mengabulkan permohonan retitusi atau ganti terhadap para korban.

Sementara itu, tim jaksa penuntut umum menerima vonis yang dijatuhkan hakim.

“Atas vonis 19 tahun penjara terhadap MMS, kami tim penuntut umum menerima putusan tersebut. Putusan yang dibacakan oleh hakim pertimbangannnya dan analisa yuridisnya sama dengan yang kami bacakan pada surat tuntutan,” kata jaksa Mia Banulita yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Depok.

Sebelumnya, MMS didakwa bersalah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

Dalam melakuka aksinya, terdakwa mengiming-imingi korban dengan uang hingga melakukan intimidasi.

Atas perbuatannya, MMS didakwa melanggar Pasal 82 ayat (1), ayat (2), ayat (4) juncto Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan