Terbukti Korupsi Dana Milik Asabri, Teddy Tjokrosapoetro Divonis 12 Tahun

Headline
Direktur Utama PT Rimo Internasional Lestari Tbk, Teddy Tjokrosapoetro, dituntut 18 tahun pidana penjara dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri Persero. (Foto: Syrudatin/Pantau.com)Direktur Utama PT Rimo Internasional Lestari Tbk, Teddy Tjokrosapoetro, dituntut 18 tahun pidana penjara dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri Persero. (Foto: Syrudatin/Pantau.com)

Pantau – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Dirut PT Rimo Internasional Lestari Tbk Teddy Tjokrosapoetro terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan dana milik PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) tahun 2014-2019.

Majelis hakim yang dipimpin Ignatius Eko Purwanto juga menjatuhkan pidana denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Kemudian pidana uang pengganti sebesar Rp20,8 miliar, jika tidak terbayar hingga putusan berkekuatan hukum tetap dipidana 5 Tahun.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun,” ujar ketua hakim Ignatius Eko Purwanto dalam pembacaan amarnya, Rabu (3/8/2022).

“Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa untuk membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp20,832.170 126 miliar dengan memperhitungkan bareng bukti,” lanjutnya.

Majelis hakim menilai Teddy Tjokrosapoetro telah terbukti bersalah melanggar seluruh dakwaan jaksa terkait korupsi dan pencucian uang.

Hakim menilai Teddy bekerja sama dengan Benny Tjokro Tjokrosapoetro mengelola dana milik Asabri tahun 2012-2019.

Menurut hakim, Teddy dan Benny membentuk tim pengelola saham, di antaranya mengelola investasi saham Myrex milik Benny, saham Rimo, Posa, dan Nusa milik Teddy yang kemudian dimasukkan dalam saham reksadana milik Asabri.

Pengelolaan saham oleh manajer investasi Asia Raya Capital dan Maybank aset manajemen, tapi yang terjadi sebenarnya di bawah kendali Benny Tjokro dan Teddy Tjokrosapoetro.

Dan mengendalikan saham dengan nominee yang dikendalikan, diatur seolah-olah saham tersebut layak diperjualbelikan di masyarakat melalui bursa saham.

Berdasarkan mutasi efek, terdapat transaksi antarnominee yang bertujuan mempengaruhi pasar bahwa seolah2 transaksi saham liquid.

Hakim juga meyakini penggunaan akun nominee atas nama Teddy Tjokrosapoetro adalah sepengetahuan dari yang bersangkutan.

Akun-akun terafiliasi yang dipergunakan oleh Benny Tjokrosaputro melalui tim sahamnya untuk melakukan transaksi dengan PT Asabri, antara lain akun Benny Tjokrosaputro, akun Teddy Tjokrosapoetro, Dicky Tjokrosaputro, Okky Irwina Safitri, Hendra Brata, Dwi Nugroho, Anne Patricia Sutanto, (hingga mencapai 27 akun) dan akun perusahaan di antaranya PT Mandiri Mega Jaya dan PT Bintang Baja Hitam.

Hakim menilai pengeloaan saham-saham milik Benny, Teddy dan afiliasi dan tim sahamnya menggunakan modus skema putar-putar uang dari time well enterprise limited Hong Kong.

Keterlibatan pejabat Asabri Adam Damiri dkk adanya kesepakatan, yakni mengatur pengembalian kembali agar saham yang telanjur di bawah harga agar tidak menjadi rugi menjadi underlying Asabri.

Pengaturan Benny Tjokro Afiliasi dengan direksi Asabri tersebut telah menguntungkan diri sendiri, hasil penjualan saham Rimo milik Teddy senilai Rp20,8 miliar.

Berdasarkan perhitungan Ahli BPK menyimpulkan telah merugikan keuangan negara Rp22,7 triliun.

Kemudian hakim menilai Teddy telah terbukti bersalah ikut serta dalam tindak pidana pencucian uang terkait transaksi putar-putar uang dana asabri dengan membelanjakan dan menyamarkan uang hasil korupsi.

Mengakusisi PT Duta Regency Karunia bekerja sama dengan Tan Kian membangun 1,4 hektare untuk apartemen tahun 2016. [Laporan Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan