Terbukti Mengandung DNA Babi, BPOM Tarik Peredaran Viostin DS dan Enzyplex

Headline
Ilustrasi suplemen obat. (Foto: Pixabay)Ilustrasi suplemen obat. (Foto: Pixabay)

Pantau.com – Surat pengujian dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Mataram, Nusa Tengara Barat, terhadap suplemen dengan merek Viostin DS dan obat lambung dengan merek Enzyplex viral. 


Hingga akhirnya secara resmi, Badan POM membenarkan adanya kandungan babi dari suplemen makanan Viostin DS dan Enzyplex tablet. 


“Hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas (Viostin DS dan Enzyplex tablet) terbukti positif mengandung DNA Babi,” terang Badan POM melalui keterangan tertulis yang diterima Pantau.com, Rabu (31/1/2018).


Baca Juga: Ini Cara Ampuh Sandiaga Batasi Becak di Jakarta


Badan POM  langsung menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan pendistribusian produk tersebut. Instruksi tersebut langsung dilakukan oleh PT Medifarma Laboratories yang sudah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dari pasaran.


“Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM menginstruksikan Balai Besar POM di seluruh Indonesia untuk terus memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif (+) mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan “Mengandung Babi”,” begitu bunyi keterangan tersebut.


Nantinya, pengawasan obat dan makanan akan dilakukan secara rutin terhadap keamanan, manfaat dan mutu produk dengan pengambilan sampel produk beredar, pengujian di laboratorium, serta tindak lanjut hasil pengawasan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta