Pantau Flash
Gagal Beli MU, Putra Mahkota Arab Saudi Akan Akuisisi Newcastle United
BNPB Kirim Ribuan Masker N65 untuk WNI di China
Draf RUU Cipta Lapangan Kerja Akan Dipublikasikan Pekan Ini
Satu Juta Orang Lebih Mendukung Petisi Kobe Bryant Jadi Logo Baru NBA
Menkeu Sebut Virus Korona Timbulkan Pesimisme pada Perekonomian

Terdakwa Pembawa Ambulans Partai saat Ricuh 21-22 Mei Jalani Sidang Perdana

Terdakwa Pembawa Ambulans Partai saat Ricuh 21-22 Mei Jalani Sidang Perdana Terdakwa Surya Gemala Cobro dan Hendrik Syamrosa dalam kasus ambulans Gerindra saat ricuh 21-22 Mei (Foto: Antara/Livia Kristianti)

Pantau.com -  Lima terdakwa kasus kericuhan 21-22 Mei yang membawa ambulans milik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Tasikmalaya menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Jadi ada tiga alternatif dakwaan yang dibacakan," kata kuasa hukum para terdakwa Sutra Dewi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019).

Baca juga:  Ini Penyebab Komnas HAM dan Polri Kesulitan Ungkap Korban Tewas Aksi 22 Mei

Tiga dakwaan alternatif tersebut adalah Pasal 170 ayat 1 juncto Pasal 53 ayat 1 KUHP, lalu Pasal 212 juncto Pasal 214 ayat 1 KUHP, dan Pasal 218 KUHP.

Terdapat tiga terdakwa bernama Yayan Hendrayana, Iskandar Hamid, dan Obby Nugraha berasal dari daerah Tasikmalaya, Jawa Barat yang merupakan anggota Gerindra Tasikmalaya.

Sedangkan dua orang lainnya Surya Gemala Cibro dan Hendrik Syamrosa berasal dari daerah Riau dan merupakan anggota FPI (Front Pembela Islam).

Dalam sidang dakwaan ini, para terdakwa terbukti telah membawa pecahan batu jenis konblok, herbel, dan batu kali berjumlah 20 buah yang diduga merupakan sisa batu yang digunakan untuk melempari petugas keamanan yang bertugas di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat saat kericuhan di tanggal 22 Mei terjadi.

Baca juga: Polisi: Ada 2 Kaliber Peluru Bersarang di Korban Kericuhan Aksi 22 Mei

Kuasa hukum para terdakwa menyatakan tidak melakukan eksepsi atau sidang keberatan dalam sidang dakwaan ini. Hal ini guna untuk mempercepat proses persidangan.

Sidang lanjutan akan dilakukan pada tanggal 19 September 2019 dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya, pada saat kericuhan yang berlangsung pada 22 Mei 2019, Polda Metro Jaya mengamankan satu mobil ambulan dengan stiker Partai Gerindra dengan nomor polisi B 9686 PCF.

Mobil ambulan tersebut diamankan karena membawa bongkahan batu yang diduga merupakan sisa batu untuk melempari polisi yang bertugas mengamankan Gedung Bawaslu saat kericuhan berlangsung.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: