Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Ternyata Ini Alasan Korban Tak Mau Jual Rumah Sebelum Dibunuh Aulia Kesuma

Headline
Ternyata Ini Alasan Korban Tak Mau Jual Rumah Sebelum Dibunuh Aulia Kesuma Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Pembunuhan sadis ayah dan anak, yang diprakarsai oleh Aulia Kesuma sebelumnya disebut karena ingin menguasai harta korban. Namun, belakangan kembali terungkap motif lainnya, yakni masalah utang Aulia yang mencapai puluhan miliar rupiah.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, utang senilai Rp10 miliar itu lantaran Aulia Kesuma meminjam uang kepada dua bank untuk berbisnis. 

Sayangnya, usahanya itu bangkrut sehingga Aulia berniat menjual rumah korban untuk melunasi utang tersebut. Namun, niat itu ditentang oleh suami dan anak tirinya itu.

"Awalnya berutang untuk berwiraswasta berdagang tapi gagal," ujar Rudy di Polda Jawa Barat, Bandung, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Aulia Kesuma Awalnya Berniat Bakar Rumah Berisi Jenazah Suami dan Anak Tiri

Di kesempatan yang sama, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi menambahkan utang Aulia Kesuma kepada dua bank itu dengan rincian pada bank pertama utangnya Rp7 miliar dan satu bank lainnya Rp2,2 miliar.

"Sedangkan Rp 500 juta itu utang kartu kredit. Jadi jumlah utang semua ada Rp 10 miliar. Nah ini terbesar atas nama Aulia dan suaminya itu, jaminanya rumah," ungkap Nasriadi.

Alasan korban Edi menolak menjual rumahnya karena tak mau terlilit utang dan juga hubungan antara anaknya dengan pelaku itu tak berjalan harmonis.

"Almarhum (Edi) tidak mau dan dililit utang, ditambah hubungan tidak harmonis antara anak Aulia, Kevin (KV) tersebut dengan ayah tiri dan kakak tirinya Dana," pungkasnya.

Baca juga: Aulia Kesuma, Si Otak Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi Bermodal Rp500 Juta

Sebelumnya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas didalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35). 

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh anaknya GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: