Ternyata Irjen Sambo Bukan Anak eks Kapolda Sumut Mayjen Pither Sambo, Cuma Putra Warga Sipil Biasa

Headline
Brigadir J dan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo (Dok: Istimewa)

Pantau – Nama Irjen Ferdy Sambo kini tengah ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia, baik di dunia maya maupun nyata. Ini terjadi setelah kasus penembakan ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, mencuat.

Apalagi, Sambo kini menjadi tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, setelah sebelumnya nyaris lolos dari jeratan hukum melalui berbagai upayanya.

Sosok Sambo sendiri dikenal sebagai putra dari jenderal polisi bintang dua, Mayjen Pither Sambo. Ini banyak terdokumentasi dari pemberitaan maupun artikel lainnya, seperti Wikipedia.

Namun faktanya, tidak demikian. “Paman Ferdy, Pither Sambo adalah perwira tinggi Polri dan pernah menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut),” demikian laporan Majalah Tempo, dikutip Senin (15/8/2022).

Sementara ayah Sambo hanyalah warga sipil biasa. Meski begitu, ia merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) atau kini disebut aparatur sipil negara (ASN).

“Sedangkan Ferdy berasal dari keluarga sipil. Ayah Ferdy, William Sambo, pegawai negeri sipil di Dinas Peternakan Kota Makassar,” kata Majalah Tempo.

Walau demikian, Putri Candrawathi, istri Sambo merupakan anak dari jenderal TNI. “Putri, 48 tahun, adalah anak perwira tinggi Tentara Nasional Angkatan Darat yang pensiun dengan pangkat brigadir jenderal,” lanjut Majalah Tempo.

Kendati bukan anak jenderal, karier Sambo di kepolisian tergolong moncer. Ia saat ini merupakan jenderal bintang dua termuda. Hal ini tidak terlepas dari kedekatannya dengan para pimpinan Polri terdahulu, hingga saat ini.

Ketika Tito Karnavian menjadi Kapolda Metro Jaya, Sambo merupakan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Lalu ketika Tito menjadi Kapolri, Sambo menjadi Koordinator Sekretaris Pribadi (Koorspri) Kapolri. Saat pucuk pimpinan Polri berganti ke Idham Azis, Sambo pun dipromosikan menjadi Kadiv Propam Polri, yang sekaligus membuat Sambo menyandang pangkat bintang dua di pundak.

Sampai akhirnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri, posisi Sambo tak bergeser.

“Dia terkenal cerdas di angkatannya karena itu banyak ditempatkan di Jakarta,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada Majalah Tempo, Jumat (22/7/2022).

“Banyak riset yang ia lakukan, seperti riset mengenai apa perilaku polisi yang tidak disukai masyarakat,” imbuhnya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Sambo dikenal sebagai pribadi yang cerdas, disiplin dan mudah bergaul. Ia kerap juara kelas.

Kini, karier cemerlang Sambo sebagai polisi nampaknya harus berakhir setelah ia menjadi tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. Ia disebut memerintahkan Bharada E, yang juga ajudannya, menembak Brigadir J.

Sambo juga disebut menembak bagian kepala belakang Brigadir J sebanyak dua kali. Di samping itu, ia disebut menyusun skenario seolah-olah terjadi tembak-menembak di rumah dinasnya tersebut, antara Bharada E dengan Brigadir J, serta berbagai upaya lainnya untuk menyamarkan kasus pembunuhan ini.

Sambo kini ditempatkan secara khusus di Rutan Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok. Atas perbuatannya, mantan Kadiv Propam Polri itu terancam hukuman mati.

“Dari hasil pemeriksaan menurut peran, penyidik menetapkan pasal 340 subsider pasal 338, juncto 55, juncto 56 KUHP,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

“Ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” imbuhnya. [Laporan: Kiki]

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih