Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

Tersangka Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua di Surabaya Minta Maaf

Headline
Tersangka Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua di Surabaya Minta Maaf Tersangka kasus rasial terhadap mahasiswa Papua (Foto: Antara/Willy Irawan)

Pantau.com - Tersangka kasus dugaan ujaran rasis di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Surabaya, Samsul Arifin, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Papua atas perbuatan yang telah dilakukannya.

"Kepada seluruh saudara-saudaraku yang berada di Papua, saya meminta maaf sebesar-sebesarnya jika ada perbuatan yang tidak menyenangkan," ujarnya di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Polisi Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Rasial ke Mahasiswa Papua

Ia pun mengaku telah memberikan video serta surat pernyataan maaf kepada kuasa hukumnya untuk diteruskan kepada publik. Kuasa hukum SA, Hishom Prasetyo, menyatakan pihaknya akan mengikuti seluruh proses hukum yang saat ini sampai tahap penahanan.

"Kami akan tetap taat hukum menjalani proses hukum yang ada. Jadi, klien kami ditahan selama kurang lebih 20 hari ke depan," ucapnya.

Mengenai langkah yang akan ditempuh setelah kliennya resmi ditahan, Hishom menyatakan bahwa tim masih akan mendiskusikan lebih lanjut.

"Selebihnya kami akan mendiskusikan dengan tim apakah akan mengajukan penangguhan penahanan atau mengajukan upaya hukum lain, seperti praperadilan, akan kami sampaikan kemudian," katanya.

Baca juga: Kasus Rasial di Asrama Mahasiswa Papua, Polisi Cekal 7 Orang ke Luar Negeri

Sementara itu, tersangka kasus penyebaran informasi hoaks dan provokasi di depan AMP Tri Susanti keluar dari ruang penyidikan dengan menggunakan baju tahanan dan topi. Dia memilih bungkam saat ditanya wartawan.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia