Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Terungkap, Ini Motif Pembunuhan Ayah-Anak Di Sukabumi

Terungkap, Ini Motif Pembunuhan Ayah-Anak Di Sukabumi

Pantau.com - Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi menyebut motif dari AK sehingga menyewa pembunuh bayaran untuk mengabisi suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anak tirinya, M. Adi Pradana alias Dana (23) lantaran ingin menguasai harta benda.

Baca juga: Aulia Kesuma, Si Otak Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi Bermodal Rp500 Juta

"Pengin menguasai harta suaminya, semua atas nama suaminya, rumahnya atas nama suaminya, sekaligus menghilangkan akhir warisnya anak kandung suaminya," ucap Nasriadi saat dikonfirmasi, Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Mayat Terbakar Dalam Mobil, Polisi Sebut Empat Pembunuh Bayaran Kabur

Bahkan dalam rencana pembunuhan itu, lanjut Nasriadi, tersangka AK juga telah memberikan kunci rumahnya agat mempermudah para eksekutor untuk menghabisi nyawa suaminya itu.

"Kemudian ketemu suaminya seperti nggak ada apa-apa, kemudian eksekutor menyusul masuk ke dalam rumah. Kunci rumah juga diserahkan istrinya ke eksekutor," pungkas Nasriadi.

Sebelumnya, ayah dan anak yakni, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas didalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebakbulus I Kavling 129 B blok U15 RT 03, RW 05, Lebakbulus, Jakarta Selatan.

Baca juga: Video Detik-detik Ayah-Anak Dibunuh dan Dibakar dalam Mobil di Cidahu

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh anaknya GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - RZK
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: