Tiba di Kejari Tangerang untuk Disidang Kasus Binomo, Indra Kenz: Saya Merasa Lega

Headline
Dokumentasi tersangka kasus afiliator Binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz, menyampaikan permohonan maaf saat gelar barang bukti kasus afiliator Binomo di Jakarta, Jumat (25/3/2022). Dalam acara tersebut petugas kepolisian menghadirkan sejumlah barang bukti berupa uang sejumlah Rp1,24 miliar serta mobil Tesla Model 3. ANTARA FOTO/Adam Barik

Pantau – Indra Kesuma alias Indra Kenz yang merupakan tersangka kasus investasi bodong aplikasi Binomo pada Jumat ini (24/6/2022) pagi telah tiba di Kejari Tangerang untuk disidang.

Diketahui, Jampidum Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara tersangka kasus penipuan investasi binary option binomo, Indra Kenz (IK) telah lengkap dan siap untuk disidangkan.

Indra Kenz yang tampak mengenakan kemeja berwarna putih dengan pengawalan petugas serta tangan terborgol telah hadir di Kejari Tangerang sekitar pukul 08.50 WIB.

Jelang menjalani persidangan, Indra Kenz mengaku saat ini sedang dalam kondisi baik.

“Baik-baik,” kata Indra Kenz di Kejari Tangerang pada Jumat (24/6/2022).

Dalam proses persidangan nanti, ia mengaku akan proses hukum dengan kooperatif dan hatinya terasa lega karena akan segera disidang.

“Pastinya dari awal kan kooperatif selalu jawab dengan kooperatif tidak pernah tidak mau jawab,” katanya.

“Saya juga udah lega ya udah tahap 2 ya cepat selesai,” sambung Indra Kenz.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara tersangka kasus penipuan investasi binary option binomo, Indra Kesuma alias Indra Kenz (IK) telah lengkap dan siap untuk disidangkan.

“Berkas perkara atas nama tersangka IK telah lengkap secara formil dan materil,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Ketut menjelaskan berkas perkara Indra Kenz dinyatakan lengkap setelah diteliti oleh Jaksa Peneliti di Direktorat Pidana Terhadap Keamanan Negara, Ketertiban Umum, dan Tindak Pidana Umum Lainnya (Kamnegtibum dan TPUL) Jampidum.

Dia menyebutkan Indra Kenz disangkakan melanggar Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tim Pantau
Editor
Lilis Varwati