Tiba di Solo, Jokowi akan Buka Muktamar Muhammadiyah

Headline
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (18/11/2022) malam. (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pantau – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat malam (18/11), untuk kemudian bermalam di Surakarta.

Presiden tiba di setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 3 jam 50 menit dari Bangkok, Thailand, usai menghadiri rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC), berdasarkan keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Sabtu pagi.

Turut menyambut Jokowi dan Iriana ialah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta istri, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono beserta istri, dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi.

Turut mendampingi Jokowi dan Iriana dalam penerbangan itu ialah Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Setibanya di Solo, Presiden Jokowi diagendakan akan membuka secara langsung Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang bertempat di Stadion Manahan Solo, Sabtu (19/11/2022).

Dalam Muktamar itu, agenda utamanya adalah pemulihan PP Muhammadiyah periode 2022-2027.

Sebanyak 850 relawan telah disiapkan untuk menjaga lokasi acara puncak Muktamar ke-48 Muhammadiyah yang bertempat di Stadion Manahan, Solo.

Selain itu, sebanyak 269 personel gabungan juga diterjunkan untuk menjaga keamanan De Tjolomadoe sebagai lokasi Muktamar Fair dan Muhammadiyah Innovation Technology Expo (MITE).

Sementara itu selama di Thailand, Presiden Jokowi menghadiri jamuan makan malam dengan para pemimpin APEC, sesi KTT APEC, hingga sejumlah dialog.

Di sela-sela KTT APEC, Presiden Jokowi juga menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern, Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee, dan PM Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Pada KTT APEC, Jokowi mendorong pemimpin ekonomi APEC untuk memperkuat kerja sama konkret dalam menghadapi krisis global, mulai dari krisis pangan, krisis energi, krisis lingkungan, hingga ancaman resesi.

Dia juga mendorong perwujudan “APEC Food Security Roadmap Towards 2030” untuk memastikan ketahanan pangan melalui teknologi inovatif dan digitalisasi, meningkatkan produktivitas dan efisiensi sistem pangan, serta kebijakan inklusif dan berkelanjutan.

Pada sesi Dialog Informal Pemimpin APEC dengan sejumlah undangan, Jokowi mengemukakan dua sektor prioritas guna mendorong upaya pemulihan ekonomi global, yaitu membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan kerja sama industri kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Firdha Rizki Amalia