Pantau Flash
Unjuk Rasa di AS Ricuh, 2 Warga Sipil Tewas, Toko Dijarah
Catat Rekor Kasus Baru Korona, Brazil Kawasan Terparah COVID-19
Gitaris Band Legendaris 'KISS', Bob Kulick Meninggal Dunia
Klub Sepakbola La Liga Spanyol Latihan Penuh Mulai 1 Juni 2020
Denda Akibat Pelanggaran PSBB di DKI Jakarta Sentuh Rp600 Juta

Tidak Akan Ada Angkot di Kota Bogor pada Tahun 2022

Headline
Tidak Akan Ada Angkot di Kota Bogor pada Tahun 2022 Angkot Bogor (Foto: kotabogor.go.id)

Pantau.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyebut Kota Bogor akan steril dari angkutan kota (angkot) pada tahun 2022. Bima menyebut, hal itu merupakan efek domino seiring dengan berkurangnya jumlah angkot karena izinnya tidak diperpanjang.

"Akhir tahun ini ada 800 unit angkot yang tidak diperpanjang izinnya karena tidak laik jalan," ujar Bima Arya Sugiarto di Balaikota Bogor, Kamis (5/9/2019).

Baca juga: Wali Kota Depok Pilih Gabung DKI Jakarta Ketimbang Provinsi Bogor Raya

Menurutnya, dengan pengurangan tersebut akan menyisakan 1.600 unit angkot yang beroperasi di tahun 2020. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, jumlah angkot di Kota Bogor hingga akhir tahun lalu ada sebanyak 2.400 unit.

"Tahun 2022 angkot sudah hilang, secara alamiah karena semakin lama akan berkurang, tapi kita kan harus pikirkan kemana mereka (sopir) setelah itu, makanya ada konversi," katanya.

Bima menyebutkan bahwa program konversi tiga angkot menjadi satu bus tengah diramu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Opsi terbaru, ia akan mempersilakan badan hukum angkot yang mengonversi kendaraannya ke bus untuk berinvestasi pada moda transportasi yang juga akan dibangun Pemkot Bogor, yaitu Trem.

"Ini yang sekarang kita lobi. Untuk masuk, untuk berinvestasi dengan badan hukum ini berbagi saham disini. Modelnya seperti itu," tutur Bima

Baca juga: Sutiyoso Nilai Jika Depok dan Bekasi Gabung Jakarta Hanya Dapat Racunnya

Pasalnya, hingga wacana pembuatan moda transportasi berbasis rel itu digulirkan, ia belum mengetahui pihak mana yang akan menjadi operatornya. Tapi, menurutnya Pemkot Bogor sedang menjalin komunikasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk melakukan kajian operasional Trem di Kota Bogor.

Ia mengatakan bahwa kajian itu juga akan dianggarkan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor serta BPTJ dengan estimasi senilai Rp200 juta.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: