Tidak Temukan Saksi Penodongan Istri Ferdy Sambo, Komnas HAM Belum Yakini Adanya Pelecehan Seksual

Headline
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ahmad Taufan Damanik. ANTARA/HO-Humas Komnas HAM

Pantau – Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan pihaknya tidak menemukan saksi yang melihat adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo. Komnas HAM belum meyakini adanya dugaan pelecehan seksual.

“Kita tidak mau menuduh sembarangan, tapi kami menduga ada yang tidak logis. Tidak ada saksi penodongan, maka kami juga belum bisa meyakini apakah terjadi pelecehan seksual atau tidak,” kata Taufan dalam diskusi secara daring, Jumat (5/8/2022).

Ia mengatakan dugaan pelecehan seksual belum bisa dipastikan kebenarannya. Ia berharap tidak ada penghakiman lebih awal terhadap para pihak yang terlibat dalam kasus ini.

“Semua belum bisa dipastikan apakah terjadi atau tidak. Makannya, saya bilang jangan disebarkan dulu apapun judgement-nya. Kalau menduga, boleh,” ucapnya.

Namun, dirinya mengatakan bahwa istri Ferdy Sambo tetap diperlakukan sebagai korban dugaan pelecehan seksual, lantaran itu sebuah amanah dari UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

“Walaupun kami katakan dalam standar hak asasi internasional yang itu juga diatur oleh Undang-undang TPKS kita, seseorang yang diduga atau dia mengaku atau dia sudah mengadu bahkan sebagai korban pelecehan seksual, meski kita belum bisa mengatakan itu benar atau tidak, dia tetap harus diperlakukan sebagaimana layaknya seorang korban,” jelasnya.

Taufan juga mengatakan bahwa penyidik mengusulkan untuk mendatangkan tim psikologi independen untuk menguji kondisi istri Ferdy Sambo. Hal itu bisa dilakukan, karena sudah tiga minggu.

“Karena sudah tiga minggu, kita bisa usulkan untuk mendatangkan tim psikolog independen untuk menguji ulang apa benar dia mengalami Post Traumatic Stress Disorder,” katanya.

“Kalau benar, harus dihormati haknya. Tetapi, kalau ternyata tidak maka bisa dimulai pemeriksaan terhadap dirinya. Termasuk dipanggil Komnas HAM untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran hak asasi dan kekerasan seksual itu,” sambungnya.

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda