Pantau Flash
KPK Setor Rp500 Juta dari Perkara Kabid Pembangunan Jalan Muara Enim
Dua Pekan Lagi WHO Akan Umumkan Hasil Uji Klinis Obat COVID-19
Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Wanita Terduga Teroris di Semarang
Terjadi Ledakan Diduga Bom Rakitan di Menteng
Jubir Sebut 75 Persen Pasien COVID-19 di 11 Provinsi Telah Sembuh

Tifatul Sentil Partai Gelora, Minta Tak Mendua dan Rekrut Kader PKS

Tifatul Sentil Partai Gelora, Minta Tak Mendua dan Rekrut Kader PKS Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring melemparkan kritik dan sindiran kepada partai baru besutan eks kader PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah yakni Partai Gelora. Tifatul meminta kepada Partai Gelora untuk tak mendua dan merekrut kader PKS untuk menjadi bagian partainya.

"Kita lihat saja nanti cuman kami harapkan jangan sampai, bagi saya pilihan bebas tapi kalau sudah memilih silakan keluar dari PKS. Jangan istilahnya mendua itu. Terus merekrut kader-kader di dalam," kata Tifatul ditemui dalam acara Rakornas PKS, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Partai Gelora, Jangan Hanya Andalkan Pemilih Muslim dan Sempalan PKS

Tifatul mencontohkan dengan perekrutan Deddy Mizwar ke Partai Gelora. Ia menilai hal tersebut membuat Partai Demokrat tersinggung.

"Jangan kan PKS umpamanya ada seorang aktivis Partai Demokrat pun melihat Deddy Mizwar direkrut juga tersinggung kan. Gitu," ungkapnya.

Ia menyarankan jika Anis Matta dkk ingin membuat partai baru, maka harus berkaca dengan kemunculan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan wajah baru dan tokoh-tokoh baru.

"Buat yang baru seperti PSI misalkan kan fair ide-ide baru tokoh-tokohnya baru, ya monggo silahkan orang bebas kok berdemokrasi. Ini lagi liat aja nanti didukung masyarakat atau tidak," tuturnya.

Baca Juga: PKS Gelar Rakornas Hari Ini, Tegaskan Posisi sebagai Oposisi

Sementara di sisi lain, PKS sedang menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) guna mematangkan kembali program-proram partai dalam lima tahun ke depan. Diakuinya memang beberapa waktu lalu ada permasalahan kader di wilayah.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: