Pantau Flash
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital

Tiga Anggota JAD Blitar Dicokok Densus 88 Antiteror

Tiga Anggota JAD Blitar Dicokok Densus 88 Antiteror

Pantau.com - Tiga terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dibekuk di kawasan Blitar, Jawa Timur, Jumat, 23 Agustus 2019. Mereka yakni, Kurniawan Joko Wicaksono, Subagyo, dan Iwan Puji Santoso.

Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ketiganya memiliki peran yang berbeda dalam jaringan terorisme itu.

Untuk, terduga teroris Kurniawan disebut mengetahui pembelian senjata api yang dilakukan oleh teroris Anang Rusdianto yang ditangkap pada 13 Juni 2019.

Selain itu, Kurniawan disebut ditangkap di rumahnya di Jalan Ir. Soekarno RT.03 RW. 03, Kepanjen Kidul, Blitar, Jawa Timur, pada Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Perwira Menengah Polisi Dibogem Sopir Angkot

Sementara, untuk Subagyo dibekuk di kawasan Blitar, Jawa Timur. Pria itu diketahui merupakan anggota JAD Blitar pimpinan Lutfi alias Goper yang ditangkap pada 3 Agustus 2018.

"Pada tahun 2015, Subagio mengikuti i'dad di Gunung Panderman, Kota Batu, Malang dan dua tahun kemudian di Pantai Lodoyo, Blitar, serta di Kolam Renang Tirta Kanigoro, Blitar," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

Sedangkan, untuk terduga teroris terakhir yakni Iwan Puji Santoso alias Aslan. Sosoknya juga merupakan anggota JAD Blitar pimpinan Lutfi. Selain itu, ia juga merupakan perencana aksi amaliyah di wilayah Malang dan menargetkan pos polisi.

"Iwan sempat merencanakan aksi teror dengan menargetkan Pos Polisi Karanglo, Kabupaten Malang, dan akan menyerang dengan senjata yang diberikan oleh Anang Rusdianto," kata Dedi.

Baca juga: Video Pegawai Restoran di Mal Pluit Tikam Bosnya Diduga Karena Pekerjaan

Hingga saat ini, Densus 88 Antiteror masih mendalami keterlibatan ketiganya dengan jaringan JAD Blitar.

"Keterlibatan JAD Jawa Timur masih terus didalami, kami terus lakukan preventif strike karena polisi masih jadi target amaliyah kelompok tersebut," pungkas Dedi.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: