Tiga eks Komisaris PT Krakatau Steel Diperiksa Kejagung soal Kasus Pembangunan Pabrik

Headline
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana. ANTARA/HO-Kejaksaan Agung

Pantau – Tiga orang saksi selaku komisaris Perusahaan BUMN PT. Krakatau Steel diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Kamis (4/8/2022).

Keterangan tertulis dari Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, para saksi diperiksa untuk berkas 5 tersangka dalam kasus pabrik BFC PT KS pada 2011.

“Memeriksa 3 (tiga) orang saksi terkait Perkara dugaan Korupsi pada proyek pembangunan pabrik Blast Furnace oleh PT. Krakatau Steel pada 2011,” ujarnya.

Menurut Kapuspenkum, saksi diperiksa untuk berkas para tersangka FB, ASS, BP, HW alias RH dan MR.

Kejagung sebelumnya merilis dugaan kerugian negara dalam kasus Krakatau Steel ini sekitar Rp6,9 triliun.

Kerugian sebagai akibat dari pelaksanaan perencanaan, tender/lelang, kontrak dan pelaksanaan pembangunan, telah terjadi penyimpangan.

Sedianya PT. Krakatau Steel (persero) membangun Pabrik Blast Furnace Complex dengan tujuan untuk memajukan industri baja nasional dengan biaya produksi yang lebih murah yakni dengan Batubara, karena dengan menggunakan bahan bakar gas biaya produksi lebih mahal.

Penyimpangan diduga terjadi karena Kontrak pembangunan Pabrik Blast Furnace PT. KS dengan sistem turnkey (terima jadi) sesuai dengan kontrak awal Rp4,7 triliun hingga adendum ke-4 membengkak menjadi Rp6,9 triliun.

Kontraktor pemenang dan pelaksana yaitu MCC CERI konsorsim dengan P.T Krakatau Engineering. [Laporan Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih