Tim Pencari Fakta Kejar Pemberi Komando dan Jaringan Bisnis di Tragedi Kanjuruhan

Headline
Arsif foto - Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan keterangan pers usai mempimpin rapat perdana Tim PPHAM di Surabaya, Minggu (25/9/2022). ANTARA/Hanif Nashrullah

Pantau – Presiden Jokowi meminta kerja Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) kurang dari satu bulan. Menko Polhukam Mahfud Md siap menjalankan perintah tersebut dan akan mengusut pemberi komando dan jaringan bisnis dalam tragedi Kanjuruhan.

“Nanti kita temui, melihat lapangan, menemui siapa yang menyaksikan, siapa yang beri komando, jaringannya dengan siapa, kok bisa apa namanya jadwal pertandingan yang diusulkan sore kok tetap di malam kan itu ada jaringan-jaringan. Nanti kita lihat,” kata Mahfud kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).

Mahfud menyatakan TGIPF akan menggelar rapat perdana pada malam ini untuk memetakan masalah di balik tragedi Kanjuruhan.

“Pertama ya memahami tugas sesuai dengan keppres, kedua akan memetakan dan mengidentifikasi masalah. Ketiga, bagi tugas. Selanjutnya nanti kesimpulan-kesimpulan,” ucap Mahfud.

“Ada yang harus ke FIFA, ada yang ke Polri. Ada yang harus ke desa, ada yang harus ke lapangan dan sebagainya. Dan ada juga yang mempelajari peraturan UU-nya. Nanti dibagi-bagi tugas,” sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak Tim Gabungan Investigasi Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan menyimpulkan kasus kurang dari sebulan.

“Tim Pencari Fakta itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai 1 bulan. Sudah bisa menyimpulkan. Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui. Tinggal masalah-masalah detailnya yang itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai 1 bulan,” kata Menko Polhukam Mahfud Md kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2022).

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda
Penulis
Renalya Arinda