Pantau Flash
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru
Usai PSBB, Terbitlah Pusat Perbelanjaan Kota Malang
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon
Pasien Sembuh COVID-19 Kembali Bertambah, Kini Total 6.240

TNI dan Polri Masih Terus Berupaya Kendalikan Keamanan di Papua Usai Demo

TNI dan Polri Masih Terus Berupaya Kendalikan Keamanan di Papua Usai Demo Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - TNI dan Polri masih berupaya mengendalikan situasi keamanan di Papua pascaterjadinya kericuhan di beberapa wilayah di Papua, termasuk Jayapura.

"Aparat masih bekerja semaksimal mungkin untuk mengendalikan situasi keamanan di sana," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Pada Rabu hingga Kamis terjadi aksi demo yang berakhir anarkis di Deiyai dan Jayapura.

"Pagi tadi (aksi massa) di Sentani, kemudian mereka menuju Jayapura," katanya.

Baca juga: Jayapura Rusuh, Begini Respons Presiden Jokowi

Dedi menyebut, polanya sama seperti kericuhan di Deiyai, yakni unjuk rasa yang awalnya damai kemudian ditunggangi oleh sekelompok provokator.

Beberapa fasilitas umum yang rusak akibat aksi massa diantaranya pembobolan dan perusakan Lapas Abepura, pembakaran Polsek Jayapura Selatan, perusakan dan pembakaran pertokoan PTC di Jayapura Selatan, perusakan beberapa mobil dinas TNI-Polri, perusakan beberapa mobil pribadi dan pembakaran belakang kantor MRP.

"Jaringan komunikasi sementara di sebagian wilayah terputus," kata Dedi.

Baca juga: Wiranto Tegaskan Tuntutan Referendum Papua Tak Perlu Lagi Digaungkan

Hingga saat ini, tercatat ada tiga korban meninggal dunia (satu TNI dan dua warga) akibat kericuhan di Deiyai. Selain itu dua anggota TNI dan tiga polisi luka-luka terkena busur panah.

Sementara ada tidaknya korban dalam peristiwa demo anarkis di Jayapura, belum diketahui.

"Sampai saat ini, belum ada laporan, hanya ada properti dan fasilitas publik yang dirusak," katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: