Pantau Flash
Ratu Tisha Banting Setir Jadi Komut Perusahaan Usai Lepas dari Sekjen PSSI
Ridwan Kamil Resmi Daftar Jadi Relawan Vaksin COVID-19 Asal China
Presiden Jokowi Teken PP Pengalihan Status Pegawai KPK Jadi ASN
BPKN: Nilai Kepastian Hukum Konsumen Pengaruhi Angka PDB
First Travel Ajukan PK Minta Aset yang Dirampas Negara Dikembalikan

Videonya Viral, Tukang Parkir yang Sering Palak Sopir Truk Akhirnya Diciduk

Videonya Viral, Tukang Parkir yang Sering Palak Sopir Truk Akhirnya Diciduk Pemuda pengangguran berinisial RM alias RN (35) pelaku pemerasan sopir truk, di wilayah Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (15/2/2020). (Foto: Polres Metro Jakarta Barat)

Pantau.com - Anggota Polsek Cengkareng Jakarta Barat meringkus pemuda pengangguran berinisial RM alias RN (35) diduga sebagai pelaku pemerasan atau pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk di wilayah Kelurahan Kapuk.

"Kejadian itu pada Sabtu (15/2/2020) sore sekira jam 16.00 WIB. Kemudian,  kita berhasil mengamankan tersangka saat sedang melakukan pungli di Jalan Kapuk Kayu Besar Cengkareng," ujar Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri, di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Peras Mahasiswi Puluhan Juta, Polisi Gadungan Ditangkap Polisi Sungguhan

RM yang merupakan tukang parkir, diketahui sering memeras sopir truk di kawasan perbatasan yakni Cengkareng, Penjaringan, dan Kalideres.

Perbuatan RM sempat viral di akun media sosial yang menyoroti transportasi darat. Setelah mendapati video viral aksi yang dilakukan tersangka, Unit Reskrim Polsek Cengkareng bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Ajun Komisaris Polisi Antonius, menggeledah tersangka dan ditemukan sebilah badik yang bergagang dan bersarung kayu di dalam tas selempang warna hitam milik pelaku.

"Pelaku bersama barang bukti kita amankan ke Mapolsek Cengkareng guna penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Baca juga: 21 Bulan Beroperasi, Klinik Ilegal di Paseban Telah Aborsi 903 Janin

Khoiri mengimbau masyarakat untuk melaporkan kejadian ke polisi bila mengalami tindak pidana pemerasan atau pemalakan.

"Kami mengimbau kepada korban untuk segera melapor ke kepolisian, jangan hanya diviralkan," kata dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: