Ubedilah Badrun Penuhi Panggilan KPK soal Gibran dan Kaesang

Headline
Ubedilah Badrun memenuhi panggilan KPK terkait laporan dugaan KKN Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep. (Foto: Deni Hardimansyah/Pantau.com)Ubedilah Badrun memenuhi panggilan KPK terkait laporan dugaan KKN Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep. (Foto: Deni Hardimansyah/Pantau.com)

Pantau.com – Dosen Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait laporan dugaan tindak pidana pencucian uang dan nepotisme yang dilakukan anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.

Sebelumnya, aktivis 98 itu melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK atas dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusim dan nepotisme (KKN).

“Ada verifikasi, ada telaah untuk memastikan apakah itu menjadi kewenangan KPK atau bukan. Kalau kemudian ada dugaan peristiwa pidana korupsinya,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 17 Januari 2022.

Ali menerangkan, dalam proses penyidikan yang terkait dengan laporan masyarakat, KPK saat ini dibatasi dengan Pasal 11. Jadi, setiap laporan itu harus memiliki dasar atau dugaan kuat, apakah pejabat publik itu benar-benar melakukan korupsi atau tidak.

Baca juga: Tagar #LindungiPelaporKorupsi Trending di Twitter, Netizen: KPK Nyalimu Diuji Kini

“Sebagaimana Pasal 11, harus ada dasar, ini impertatif, tidak boleh diabaikan satu penyelenggara negara,” ujar Ali. 

Terkait laporan yang dilakukan Ubedilah Badrun, Ali menyampaikan bahwa KPK tidak akan diam setiap menerima laporan dari masyarakat. Apalagi yang terkait dengan tindak pidana korupsi.

“Pada prinsipnya, terkait dengan laporan itu kami sudah menerima dan meneruskan bagaimana kami melakukan verifikasi dan telaah. Aturan-aturan dalam menerima laporan tentu kami patuhi dan taati,” kata Ali.

rn

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan
Penulis
Tim Pantau.com