Bejo Susu Jahe Merah Bejo Susu Jahe Merah
Pantau Flash
Fraksi PKB-PSI Tolak Raperda Depok sebagai Kota Religius
Kejagung Periksa Empat Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk DKI Jakarta
Bupati Bogor Cari Pihak yang 'Amankan' Konser Rhoma Irama di Pamijahan
Ingat, Hari Ini Terakhir Cetak Ulang Kartu UTBK

Update Korona RI 29 Mei: DKI Stabil, 8 Provinsi Tak Ada Kasus Positif

Headline
Update Korona RI 29 Mei: DKI Stabil, 8 Provinsi Tak Ada Kasus Positif Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (29/5/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Pantau.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan hingga Jumat pukul 12.00 WIB jumlah konfirmasi positif COVID-19 bertambah 678 orang menjadi 25.216 orang.

"Kasus tidak merata di 34 provinsi. Lima yang terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Papua, dan Sulawesi Selatan," kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB yang dipantau melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta.

Baca juga: Objek Wisata di Sukabumi Diserbu Wisatawan, PSBB Dianggap Tak Maksimal

Yurianto mengatakan cukup banyak provinsi yang tidak ditemukan kasus positif, yaitu Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

DKI Jakarta mengalami penambahan 125 kasus yang berasal dari pekerja migran yang kembali ke Tanah Air. Penambahan kasus tersebut bukan gambaran kasus secara kewilayahan di DKI Jakarta.

"Secara wilayah, DKI Jakarta cukup stabil," tuturnya.

Provinsi dengan penambahan kasus terbanyak kedua adalah Jawa Timur dengan 101 kasus, disusul Kalimantan Selatan dengan 74 kasus, Papua 56 kasus, dan Sulawesi Selatan 41 kasus.

Yurianto mengatakan penambahan 678 kasus positif pada Jumat bukan gambaran keseluruhan wilayah Indonesia. Ada beberapa provinsi yang mulai melandai dan mengalami penurunan lebih dari 50 persen selama dua pekan sejak puncak kasus.

"Pemerintah akan terus melakukan kajian. Ada beberapa daerah yang dalam waktu dekat sudah mulai bisa melakukan kegiatan produktif, ada juga beberapa daerah yang mungkin baru bisa kemudian," katanya.

Baca juga: Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon

Sementara itu, data menunjukkan jumlah yang sembuh dari COVID-19 bertambah 252 menjadi 6.492 orang, dengan orang dalam pemantauan yang masih dipantau 49.212 orang dan pasien dalam pengawasan yang masih diawasi 12.499 orang.

Pemerintah telah melakukan pemeriksaan spesimen dengan menggunakan metode tes cepat maupun PCR 300.545 spesimen terhadap 205.165 orang dengan konfirmasi positif 25.216 orang dan negatif 179.949 orang.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: