Pantau Flash
Alami Pneumonia Akibat Korona, Musisi jazz Ellis Marsalis Meninggal Dunia
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal

Usulan 10 Kursi Pimpinan, Fahri Singgung Tugas MPR Hanya Simbolik

Usulan 10 Kursi Pimpinan, Fahri Singgung Tugas MPR Hanya Simbolik Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah angkat bicara soal usulan penambahan kursi pimpinan MPR menjadi 10 orang. Fahri memberikan kritik dengan menilai kepemimpinan MPR bersifat sementara lantaran tugasnya yang tak mencakup banyak hal.

Fahri menganggap kepemimpinan MPR hanya sekadar simbolik lantaran tugasnya hanya melantik presiden dan wakil presiden, memimpin jalnnya sidang tahunan hingga mengamandemen UUD 1945.

Baca Juga: PAN Usul Kursi Pimpinan MPR Diisi 9 Fraksi dan 1 DPD

"Itu yang saya tangkap ruhnya pasca amandemen jadi tidak ada lagi kepemimpinan yang tidak terlalu permanen. Kalau ada sekarang, seperti sekarang cuma simbolik aja kayak cuma terima tamu, terus nanti mimpin sidang yang tugasnya hanya sekali dalam setahun atau sekali dalam lima tahun, enggak ada yang terlalu menuntut sikap permanen dari kepemimpinan MPR itu," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Adanya alasan tugas pimpinan MPR hanya merupakan simbolik, menurutnya penambahan pimpinan MPR tidak rasional lantaran cuma ditujukan agar seluruh fraksi partai mendapat masing-masing satu kursi pimpinan.

"Kalau maksudnya simbolik saya gak tahu. Kalau simbolik kan ya tidak rasional hanya simbolik supaya semua partai harus dalam kepemimpinan, saya enggak tahu kalau itu sih itu kan simbolik tapi kalau fungsional enggak ada fungsinya gitu," ungkapnya.

Baca Juga: Soal Usulan 10 Pimpinan MPR, Fadli Zon: Why Not, yang Penting Musyawarah

Untuk diketahui, berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, pimpinan MPR saat ini berjumlah 8 orang. Akan tetapi, direvisi menjadi UU MD3 Nomor 2 tahun 2018 yang mengatur jumah pimpinan MPR pada 2019-2024 menjadi 5 orang. Adapun usulan penambahan kursi pimpinan MPR menjadi 10 kursi datang dari Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: