Viral Dugaan Teror Buzzer usai Protes Pemblokiran PayPal-Steam, Johnny G Plate: Saya Tidak Tahu, Kominfo yang Diteror Kali

Headline
Menkominfo Johnny G Plate (Foto: Instagram)Menkominfo Johnny G Plate (Foto: Instagram)

Pantau – Media sosial dihebohkan dengan unggahan dari beberapa pegiat medsos hingga public figure yang mendapatkan teror dari para buzzer via Whtasapp usai melakukan protes atas kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir PayPal hingga Steam.

Terkait kabar tersebut, Menkominfo Johnny G Plate mengaku jika dirinya tidak tahu-menahu soal teror tersebut. Justru ia mengatakan bahwa Kominfo yang mendapatkan teror dari publik.

“Kena teror dari mana? Saya belum tahu diteror-teror, Kominfo kali yang diteror,” kata Johnny saat dikonfirmasi pada Senin (1/8/2022).

Atas isu tersebut, Johnny pun mengajak masyarakat agar segera melaksanakan pendaftaran PSE dan pihaknya akan membantu proses pendaftarannya.

“Ya marilah kita bergandengan tangan ya mendorong agar PSE yang belum terdaftar segera melaksanakan pendaftarannya,” ujar Johnny.

“Kominfo akan membantu kelancaran pendaftarannya agar aktivitas PSE tersebut di Indonesia menjadi kegiatan yang legal,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi bulan-bulanan di tengah publik. Pasalnya Kominfo memblokir sejumlah situs yang dianggap penting bagi masyarakat.

Di antaranya situs pembayaran PayPal. Dalam beberapa hari terakhir, warganet membanjiri ‘kecaman’ kepada Kominfo.

Alhasil, Kominfo membuka blokir situs tersebut. Pembukaan blokir berlangsung selama lima hari kerja ke depan atau hingga 5 Agustus 2022.

“Ini kami buka karena mendengar aspirasi masyarakat yang mengeluhkan dananya tertahan di PayPal. Sejak hari ini sudah kamu buka,” ujar Dirjen Aplikasi dan Informatika Samuel Abrijani Pangarepan, Minggu (31/7/2022).

Samuel menegaskan semua Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sudah diberikan kesempatan untuk mendaftarkan diri. Namun PayPal dinilai tidak mematuhi aturan pemerintah.

Selain tidak mendaftar di PSE, PayPal tidak terdaftar di Bank Indonesia. Padahal itu menjadi kewajiban mutlak untuk situs seperti PayPal.

“Masyarakat kami minta untuk memanfaatkan waktu untuk memigrasi sistem pembayaran,” tegas Samuel.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih