Pantau Flash
PKS Putuskan Abstain di Pilkada Solo
Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun Bui Kasus Surat Jalan Palsu
Benny Wenda Siap Temui Jokowi: Dengan Kedudukan Setara Negara dan Negara
Iyut Bing Slamet Ditangkap karena Narkoba
COVID-19 RI 4 Desember: 563.680 Kasus Positif dan 17.479 Meninggal Dunia

Viral Perawat Ditolak Pulang karena Korona, RS Persahabatan Angkat Bicara

Viral Perawat Ditolak Pulang karena Korona, RS Persahabatan Angkat Bicara Ilustrasi tenaga kesehatan mengecek kesiapan alat kesehatan di ruang isolasi. (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar

Pantau.com - Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta, Rita Rogayah meyakinkan masyarakat untuk tidak panik dan takut dengan keberadaan perawat termasuk yang pulang ke rumah masing-masing usai bertugas di rumah sakit.

"RSUP Persahabatan merupakan rumah sakit rujukan. Ini berarti perawat kami menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar dan lengkap dalam menangani pasien COVID-19," kata Rita di Jakarta, Rabu (25/03/2020).

Hal tersebut disampaikan menanggapi adanya penolakan dari warga terhadap kepulangan perawat RSUP Persahabatan ke kos-kosannya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jabar Lakukan Test Korona Massal pada 300 Tenaga Kesehatan RS Hasan Sadikin

Namun Rita menegaskan bahwa perawat tersebut bukan diusir oleh warga sebagaimana sejumlah pemberitaan yang beredar, melainkan adanya stigma masyarakat bahwa mereka membawa virus dan warga takut tertular COVID-19.

"Masyarakat dan lingkungannya berpikir bahwa mereka bekerja di rumah sakit infeksi itu membawa penyakit dan virus," katanya.

Terkait stigma masyarakat itu, ia mengatakan sudah seharusnya semua pihak memberikan edukasi lebih kepada masyarakat sehingga mereka tidak perlu takut dan panik dengan keadaan semacam itu.

Apalagi, ujar dia, yang terpenting untuk dilakukan saat ini sebenarnya ialah tidak keluar rumah dan mengisolasi diri sendiri.

Di sisi lain, ia mengakui kondisi tersebut menjadi beban mental tersendiri bagi perawat. Namun, rumah sakit telah memberikan solusinya. Bahkan sudah ada beberapa pihak yang siap membantu untuk hotel dan apartemen.

"Alhamdulillah sudah banyak yang bantu. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua partisipan yang peduli dengan tenaga kesehatan kami," ujarnya.

Baca juga: Update Korona di Indonesia 25 Maret: 790 Positif, 58 Meninggal, 31 Sembuh

Sebelumnya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengemukakan penolakan terhadap dokter dan perawat pasien COVID-19 oleh tetangga di lingkungan domisili tinggal mereka di Jakarta Timur terjadi sejak Minggu (22/03/2020).

"Laporan ini kami terima pada Minggu (22/03/2020). Tidak hanya perawat tapi juga dokter di RSUP Persahabatan," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah.

Akibatnya tenaga medis perawat pasien COVID-19 itu saat ini ditampung sementara di salah satu Gedung RSUP Persahabatan sebagai tempat tinggal sementara mereka.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL

Berita Terkait: