Pantau Flash
PSSI Resmi Hentikan Liga1 dan Liga 2 Musim 2020 Tanpa Juara dan Degradasi
Terima Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19
Erick Thohir Sebut Vaksin Mandiri Akan Dilakukan Setelah 1-2 Bulan Vaksin Gratis Diberikan
Muhammadiyah Komitmen Dorong Ekonomi Pancasila
Tatanen di Bale Atikan Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan di Purwakarta

Viral Video Pengendara Hampir Serempet Bocah, Ini Kata Polisi

Viral Video Pengendara Hampir Serempet Bocah, Ini Kata Polisi

Pantau.com - Beredar rekaman video di media sosial instagram yang memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor melewati trotoar di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Bahkan, pengendara itu hampir menyerempet seorang anak.

Dalam video itu, pengendara motor berwarna merah itu pun sempat dihujat cacian dan makian dari seorang wanita yang diduga merupakan ibu dari bocah yang hampir terserempet.

Selain itu, pada video yang diunggah akun Instagram @jakarta.terkini, memperlihatkan pengendara sepeda motor menyerang pejalan kaki yang sedang merekam aksi pelanggaran lalu lintasnya.

Baca juga: Video Pengendara Motor Keluarkan Jurus Silat saat Hendak Ditilang Petugas

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir mengatakan pihaknya tengah mencari pengendara itu lantaran dipastikan telah melakukan pelanggaran.

"Soal ada pengendara motor di jakpus. Itu secara UU lalu lintas melanggar rambu karena penggunaan trotoar itu bukan untuk kendaraan bermotor," ucap Nasir di Polda Metro Jaya, Jakatya Selatan, Senin (9/9/2019).

"Itu bisa kita tindak cuna saya sedang mencari nomor B-nya dan pelakunya," sambungnya.

Baca juga: Beragam Macam Alasan Pelanggar Aturan Ganjil-Genap

Namun, terkait dengan pemukulan yang dilakukan pemotor tersebut masuk ke ranah pidana. Sehingga pihaknya tak bisa menangani hal itu lantan hanya menangani aspek pelanggaran lalu lintas.

"Kalau tentang pemukulannya itu ranah pidana. Apakah itu pemukulan atau perbuatan tidak menyenangkan itu ranah pidana umum," pungkas Nasir.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: