Vonis 4 Tahun Kiagus Diwarnai Isak Tangis Sang Istri

Headline
Deni Hardimansyah/Pantau.comDeni Hardimansyah/Pantau.com

Pantau.com – Usai mendengar sang suami, Kiagus Emil Fahmy Cornain divonis 4 tahun penjara, sang istri yang mengenakan kursi roda menangis tersedu di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022.

Wanita paruh baya tersebut oleh Kiagus kemudian dipeluk dan terlihat berusaha membujuk agar tabah menjalaninya.

Kiagus pun segera membawa dan mendorong kursi rodanya bergegas meninggalkan ruang sidang.

Majelis hakim pimpinan Fahzal Hendri memvonis 4 tahun penjara kepada Kiagus karena dinilai telah terbukti bersalah melanggar dakwaan alternatif pertama, pasal 2 Jo pasal 18 UU Tipikor, yakni secara melawan hukum telah merugikan negara hingga Rp8,469 miliar karena merekayasa kegiatan dan melakukan pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif di PT Asuransi Jasindo.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan apabila benda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan Pidana kurungan selama 1 bulan,” ujar hakim ketua Fahzal Hendri dalam amarnya.

Menurut Hakim,  Kiagus Emil Fahmy Cornain bersama-sama dengan Budi Tjahjono selaku Direktur Pemasaran PT Asuransi Jasindo periode 2008-2011 dan Direktur Utama periode 2011-2016.

Mereka dinilai telah merekayasa kegiatan agen dan melakukan pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif atas nama KM Iman Tauhid Khan pada Asuransi Jasindo dalam penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) 2010-2012.

Selain itu, hakim juga menjatuhkan denda kepada Kiagus sebesar Rp200 juta dengan ketentuan, apabila tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan serta menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp1,3 miliar dikurangkan dan diperhitungkan dengan uang yang telah dititipkan terdakwa ke rekening KPK. Kelebihan uang yang dititipkan oleh terdakwa dikembalikan kepada terdakwa.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
abdan
Penulis
M. Abdan Muflih