Pantau Flash
Sri Mulyani Usul Minuman Manis dalam Kemasan Jadi Objek Cukai
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Emas ke Level Tertinggi
Ketua DPRD Sebut Surat Anies Baswedan Soal Formula E Ilegal
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

Wagub Jabar Dinilai Bersiap 'Balik Kanan' dari Ridwan Kamil

Wagub Jabar Dinilai Bersiap 'Balik Kanan' dari Ridwan Kamil Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum (kanan) (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Pantau.com - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum disebut berpaling dari Gubernur Jabar M Ridwan Kamil terkait keikutsertaannya dalam pertemuan petinggi PPP ke Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menyebut Uu 'balik kanan' lantaran Gerindra merupakan kubu berbeda saat Pilkada Jawa Barat.

"Jadi, ada yang menafsirkan pertemuan itu bagi Uu merupakan 'balik kanan'. Ketika menjadi pasangan calon kepala daerah Jabar, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berada di kubu yang berbeda dengan Gerindra," kata Daddy Rohanandy dalam keterangan tertulisnya, di Bandung, Senin (9/9/2019).

Baca juga: Anggaran Siap, Tahun 2020 SMA Sederajat di Jawa Barat Akan Digratiskan!

Daddy mengatakan PPP pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 menjadi salah satu pengusung pasangan M Ridwan Kamil atau Emil-Uu Ruzhanul Ulum sedangkan Gerindra dan PKS mengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Daddy berspekulasi kalau Uu tidak nyaman sebagai Wakil Gubernur mendampingi Emil, sapaan Ridwan Kamil. 

"Mungkinkah Uu merasa tak diberdayakan secara proporsional oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil? Benarkah ia merasa benar-benar hanya menjadi ban serep? Kalau ya, ini pasti membuat seorang Uu yang mantan Bupati Tasikmalaya itu tidak nyaman," katanya.

Menurut Daddy, Uu sebagai mantan orang nomor satu yang biasa memainkan segala peran di daerahnya, bisa jadi kini merasa kurang optimal mengaktualisasikan konsep pembangunannya.

"Maka, jalan yang ditempuhnya adalah merapat ke Gerindra yang menjadi pemenang dalam pileg tingkat provinsi di Jawa Barat," katanya.

Daddy yang juga merupakan Wakil Ketua DPD Gerindra Jabar menjelaskan bahwa dengan 25 kursi yang dimiliki oleh Partai Gerindra di DPRD Jabar maka Gerindra menjadi kekuatan politik yang tak bisa disepelekan.

"Mengapa demikian? Jika Gerindra bergabung dengan PKS, total sudah 46 kursi DPRD yang dikuasai. Ketika PPP bergabung, jumlahnya menjadi 48. Artinya, hanya butuh 13 suara lagi seandainya pengambilan keputusan di DPRD sampai ditentukan melalui voting," ujar dia.

Padahal, koalisi yang terbangun pada saat pilgub, Gerindra dan PKS bergabung dengan PAN sehingga koalisi ini sudah mengantongi 55 suara dari total 120 dan hanya butuh tambahan enam suara.

"Di sisi lain, andai ditinggalkan PPP, Ridwan Kamil hanya tinggal diusung PKB, NasDem dan Perindo yang totalnya 17 suara saja. Hal ini karena tak satu kursi pun diraih Hanura di DPRD Provinsi Jabar," kata dia.

Ia mengatakan jika PDI Perjuangan apalagi jika ditambah dengan Partai Golkar bergabung, maka suara mayoritas berada di kubu yang tidak mendukung Ridwan Kamil.

"Saya kira, PPP dan Uu sadar betul akan hal itu. Maka, diputuskanlah PPP merapat ke Gerindra. Kami masih menunggu arahan DPP," kata dia.

Baca juga: Dishub Jabar Klaim Rutin Razia Truk Overload di Tol Cipularang

Namun, spekulasi itu langsung disangkal Uu. Menurutnya, pertemuan yang juga dihadiri Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa dan Ketua DPW PPP Jabar Ade Yasin lebih banyak menindaklanjuti konstelasi politik di tingkat DPR dan MPR.

Pertemuan dengan Prabowo juga merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan Manoarfa karena  PPP dan Gerindra bekerja sama di parlemen.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: