Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Waketum Gerindra Sarankan Pejabat Negara Belajar Debus dan Ilmu Kebal

Headline
Waketum Gerindra Sarankan Pejabat Negara Belajar Debus dan Ilmu Kebal Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Foto : Istimewa)

Pantau.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono turut mengomentari insiden penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019. 

Seperti biasa bukan Poyuono namanya jika tak mengeluarkan pernyataan kontroversi. Kali ini Poyuono mengatakan, teror terhadap pejabat negara sudah pada level yang membahayakan.

Baca Juga: Mengenal Sosok Syahril Alamsyah, Salah Satu Penusuk Wiranto di Banten

Untuk itu dirinya menyarankan agar para pejabat negara kini perlu dibekali dengan ilmu bela diri. Tak tanggung-tanggung, Poyuono menyarankan agar para pejabat belajar ilmu beladiri sekaligus ilmu kebal hingga debus.

"Ini pejabat negara harus pada tirakat untuk belajar ilmu kebal ya untuk menjaga jaga jaga diri," kata Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10/2019).

"Banyak kok tempat belajar ilmu kebal atau ilmu debus, misalnya di Banten," sambungnya.

Baca Juga: Pelaku Penusukan Menko Polhukam Wiranto Dikenal Jago IT

Sementara di sisi lain, berkaca dari apa yang dialami oleh Wiranto kemarin. Menurutnya, hal tersebut seharusnya dijadikan peringatan keras terhadap keselamatan para pejabat negara.

"Dengan adanya serangan terhadap Wiranto dengan senjata tajam ini merupakan warning bagi-bagi pejabat negara akan serangan serangan yang ingin mengacau negara," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: