Pantau Flash
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital
17.534 Orang di Jakarta Sudah Rapid Test, 282 Dinyatakan Positif COVID-19
Kapolri: Kami Siap Laksanakan Pembatasan Sosial Skala Besar

Wali Kota Depok Pilih Gabung DKI Jakarta Ketimbang Provinsi Bogor Raya

Headline
Wali Kota Depok Pilih Gabung DKI Jakarta Ketimbang Provinsi Bogor Raya Wali Kota Depok Mochamad Idris (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Wali Kota Depok, Mohammad Idris menanggapi dingin wacan pembentukan Provinsi Bogor Raya. Jika boleh memilih, Idris mengaku lebih baik bergabung dengan DKI Jakarta, dari pada jadi bagian Bogor Raya.

"Kalau saya melihat dari sisi mana. Kalau anda bertanya sisi bahasa, saya lebih milih bahasa Jakarta," kata Idris usai membuka Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Politik Bagi pemilih Pemula di Depok, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Rapat Paripurna DPR Turut Diwarnai Interupsi Soal Kerusuhan Papua

Idris mengaku tidak mengerti bahasa Sunda. Jika dari sisi budaya, ia mengatakan sebenarnya budaya tidak dibatasi dengan kewilayahan geografis. Budaya, katanya, bisa persamaan bahasa maupun persamaan adat istiadat

Idris menilai Jakarta lebih banyak kesamaan dengan Depok dari sisi sejarah budaya. Menurutnya, dalam SK Gubernur disebut juga sebagai rumpun Melayu Depok, bukan disebut rumpun Betawi karena Betawi trademark dari Jakarta.

Jadi, Depok rumpun Melayu Betawi, sebagaimana Pontianak itu Melayu Pontianak. Dari sisi kebudayaan, Depok menurutnya memiliki kedekatan dengan Jakarta. Sehingga budaya pun lebih cenderung mirip dengan Jakarta.

"Kalau kedekatan dari sisi bahasa walau serupa tapi tak sama itu lebih ke Jakarta. Depok juga berbahasa Sunda tapi mayoritas kedekatannya memang bisa satu rumpun, ini budaya," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan sudah ada kerja sama yang dijalin antara Kota Depok dengan DKI Jakarta. Salah satunya pembentukan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) se-Jabodetabek untuk mengatasi kepentingan wilayah otonomi.

Baca juga: Tak Lagi Fasilitas Asing, Terorisme Targetkan Polri di Tahun 2017-2018

Dikatakannya untuk menyiasati kebutuhan wilayah tetangga yang memang sangat dibutuhkan, yang paling terkait menekankan tiga hal (yaitu) sanitasi air bersih, udara, dan sampah.

Dari segi mobilitas penduduk Kota Depok sendiri banyak yang bekerja di Jakarta. Separuh lebih warga Depok beraktivitas hilir mudik ke Jakarta.

Idris pun menilai wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya perlu intervensi pemerintah pusat. Sebab persoalan pindah provinsi bukan hal yang mudah.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: