Wanita yang Jual Anak Teman ke Pria Hidung Belang Dituntut 5 Tahun Penjara

Headline
Ilustrasi (Foto: Pixabay)Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau – Terdakwa Cindy, nama samaran, dituntut hukuman lima tahun penjara di dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri (PN) Medan karena menjual anak temannya kepada pria hidung belang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti dari Kejari Medan Tiorida Hutagaol dalam tuntutannya mengatakan wanita berusia 25 tahun itu dinilai memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Yakni melakukan perekrutan, penampungan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penculikan, penipuan, dan tujuan mengeksploitasi orang,” ucap jaksa di PN Medan, Rabu (23/11/2022).

Dalam persidangan tersebut, JPU tidak menjelaskan apa hal-hal yang memberatkan serta meringankan terhadap terdakwa.

Majelis Hakim PN Medan diketuai Eti Astuti, melanjutkan sidang tersebut pada pekan depan untuk pemeriksaan terdakwa.

Baca juga: Polisi Pengamanan G20 Tewas Ditusuk Usai Booking PSK Via MiChat, Dua Pelaku Ditangkap!

Sebelumnya, JPU dari Kejari Medan Pantun Marojahan Simbolon, dalam dakwaannya mengatakan terdakwa bersama temannya Sherly, nama samaran, Selasa (12/7) menemui korban di tempat kost-kosan Carlo di Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas.

Terdakwa kemudian menawarkan korban agar tinggal di rumahnya daripada tinggal di tempat kos.

“Kau tinggal saja dulu di tempat kakak (terdakwa) untuk sementara atau beberapa hari. Tapi kalau enggak mau tinggal di situ pun, enggak apa-apa, main-main aja dulu,” kata JPU menirukan ucapan Cindy.

JPU menjelaskan, korban kemudian diajak ke salah satu kamar Hotel Oyo, namun pintu kamar hotel terkunci. Terdakwa pun membuka aplikasi online MiChat dan memposting foto saksi korban.

Beberapa jam kemudian masuk tawaran dari “pria hidung belang” lewat aplikasi MiChat dengan tawaran Rp500 ribu dan korban diminta untuk melayani pria tersebut.

“Korban kemudian diberikan uang Rp500 ribu dan Cindy diberikan komisi Rp100 ribu,” ucap JPU.

Baca juga: Berawal dari Michat, Seorang Kepsek Gauli Bocah 14 Tahun Sebanyak 4 Kali di Samarinda

Sedangkan sisanya Rp200 ribu digunakan Sherly untuk membeli narkotika jenis sabu yang dipakai secara bersama-sama di kawasan Kampung Baru dan sisa uang sebesar Rp 200 ribu lagi untuk membeli makanan, hand body dan rokok.

JPU mengatakan, ibu korban juga teman terdakwa, Jumat (15/7) sekira pukul 20.00 WIB datang melabrak terdakwa. “Kau jual anakku kan,” kata ibu korban. Kasus tersebut dilaporkan ke penyidik Polrestabes Medan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Aries Setiawan
Penulis
Aries Setiawan