Pantau Flash
Hindari Kerumunan, Kemenag Wajibkan Panitia Kurban Antar Daging ke Rumah Penerima
Pemerintah Izinkan Shalat Idul Adha Digelar di Masjid di Luar Zona Merah dan Oranye
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19
Pemerintah Anggarkan Rp2 Triliun untuk Bayar Utang ke Guru dan Dosen Agama
36 Pegawai Kedeputian Penindakan KPK Positif COVID-19

Wapres Ma'ruf: Indonesia Layak Jadi Rujukan Ilmu Pengembangan Islam Moderat

Headline
Wapres Ma'ruf: Indonesia Layak Jadi Rujukan Ilmu Pengembangan Islam Moderat Wapres RI Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan pada acara Expert Meeting Indonesia International Islamic University (UIII) di Jakarta, Selasa. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara jingga)

Pantau.com - Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengatakan, Indonesia layak menjadi rujukan kajian peradaban dunia Islam yang moderat dan modern karena berbagai faktor.

"Indonesia selayaknya dapat menjadi tempat rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam moderat dan modern," kata Wapres saat memberikan sambutan kunci pada acara Expert Meeting Indonesia International Islamic University (UIII), Selasa (26/11/2019).D

DiamengatakanIndonesia layak menjadi rujukan kajian peradaban dunia Islam moderat karena Indonesia negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia dan juga salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.

Selain itu, menurutnya, sejak pertama kali Islam masuk ke Indonesia pada abad ke delapan, perkembangan Islam di tanah air sangat pesat dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat asli Indonesia.

Baca juga: Menko Mahfud MD Bertemu Dubes Arab Saudi Bicarakan Soal Habib Rizieq?

"Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai melalui aktivitas perdagangan dan hubungan sosial antar masyarakat. Kondisi ini membuat perkembangan Islam di Indonesia moderat dan menjadi bagian hubungan sosial dan kultural di Indonesia," ungkapnya.

Dirinya menyebut, seluruh kekayaan dan pengalaman perjalanan Islam di Indonesia turut berkontribusi terhadap kesatuan dan persatuan bangsa serta menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia.

"Dengan fakta tersebut Indonesia layak menjadi rujukan peradaban dunia Islam moderat dan modern," ujar dia.

Adapun untuk menjadikan Indonesia rujukan dalam mempelajari peradaban Islam, dibutuhkan pusat penelitian dan ilmu pengetahuan berkualitas.

Salah satu bentuk adanya pusat penelitian dan ilmu pengetahuan tersebut, kata dia, maka dibentuklah perguruan tinggi Islam unggulan yakni Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang memiliki kualitas internasional dengan reputasi global.

"Dengan waktu cepat kita harap UIII ini mampu berada di garis terdepan dalam kajian Islam secara umum dan menjadi kiblat dunia dalam bidang kajian Islam Indonesia," kata dia.

UIII juga diharapkan menjadi pusat penyebaran kebudayaan dan peradaban Islam modern, toleran dan berkemajuan.

Baca juga: Kata Profesor di Australia, Masyarakat Indonesia Susah Menerima Perbedaan

Ma'ruf juga mengharapkan kajian Islam di UIII dapat menggabungkan dua bentuk kajian Islam yakni penguasaan ilmu-ilmu agama Islam atau kajian normatif serta penelitian pada masyarakat atau kajian empiris.

"UIII diharapkan juga menjadi duta mempromosikan Indonesia sebagai referensi, kompatibilitas Islam dan demokrasi serta rujukan dunia dalam perwujudan Islam rahmatan lil alamin," jelasnya.

Lulusan UIII diharapkan menjadi ahli, ilmuan, cendikiawan muslim terkemuka yang moderat, demokratis, humanis dan berwawasan global.

"Melalui pertemuan Dewan Pakar ini kita ingin menguji konsep dan seluruh proses dalam mengembangkan visi, kurikulum, tata kelola dan SDM-nya mampu memenuhi tujuan pendirian UIII. Saya mengharapkan para pakar dan cendikiawan yang hadir bisa memberikan masukan untuk memperkaya referensi bagi pengembangan UIII ke depan," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: