Pantau Flash
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19

Wasekjen Demokrat: Kawan-kawan PDIP, Kalian Akan Kembali ke Bawah

Headline
Wasekjen Demokrat: Kawan-kawan PDIP, Kalian Akan Kembali ke Bawah Ilustrasi PDI Perjuangan. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang mengaku bahwa dirinya sudah melakukan laporan ke DPP PDIP agar mempertimbangkan mengambil langkah hukum terkait dengan pernyataan Pengamat Politik Kontroversi yakni Rocky Gerung yang menyebut bahwa Presiden RI Joko Widodo tak paham pancasila. 

"Ya tadi saya sudah laporkan pada DPP dan saya sudah sampaikan hal apa saja yang betul-betul membuat kita harus melakukan aksi hukum, untuk lebih mendewasakan Rocky Gerung," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Desember 2019 lalu.

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Presiden Tak Paham Pancasila, PDIP Akan Buat Laporan

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik buka suara. Melalui akun Twitter-nya @RachlanNashidik, ia meminta PDI Perjuangan tidak jemawa karena kini menguasai pemerintahan.

"Saya ingatkan pada kawan-kawan PDIP. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi kekuasaan. Roda berputar, cepat atau lambat, kalian akan kembali di bawah," seperti dikutip Pantau.com, Selasa (10/12/2019).

Pada akhir cuitannya, Rachland menuliskan tagar #RockyGerungdiAdukankePolisi.

Baca juga: Presiden Tolak Amendemen UUD, Demokrat: Terima Kasih, Jokowi

Untuk diketahui, Pernyataan Rocky itu disampaikan dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One. Rocky mulanya mengatakan bahwa Pancasila gagal sebagai ideologi karena sila-sila di dalamnya bertentangan.

"Pancasila itu sebagai ideologi gagal. Karena bertentangan sila-silanya. Saya pernah tulis risalah panjang-lebar di majalah Prisma dengan riset akademis yang kuat bahwa Pancasila itu bukan ideologi dalam pengertian akademik. Dalam diskursus akademis. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, mengakui bahwa perbuatan manusia hanya bermakna kalau diorientasikan ke langit. Sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Apa dalilnya bahwa saya boleh berbuat baik tanpa menghadap langit, itu namanya humanisme tu. Lalu saya berbuat baik supaya masuk surga, artinya kemanusiaan saya itu palsu. Sila kelima Keadilan Sosial. Versi siapa? Liberalisme? Libertarianisme. Orang boleh isi sila kelima itu dengan marxisme, boleh saja. Diisi dengan islamisme boleh saja. Karena tidak ada satu keterangan final tentang isi dari keadilan sosial itu," kata Rocky seperti dikutip Pantau.com dalam sebuah tayangan ulang ILC.

Rocky kemudian mengatakan bahwa tidak ada orang yang Pancasilais di Indonesia, termasuk Presiden Jokowi. Dia menilai, Jokowi hanya hafal Pancasila namun tak memahaminya. "Saya tidak Pancasilais, siapa yang berhak menghukum atau mengevaluasi saya? Harus orang yang Pancasilais, lalu siapa? Tidak ada tuh. Jadi sekali lagi, polisi Pancasila, Presiden juga tak mengerti Pancasila. Dia hafal tapi dia nggak ngerti. Kalau dia paham dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: