Wasekjen PDIP: Sedia Payung Sebelum Hujan Menangkan Elektoral Pemilu 2024

Headline
Ilustrasi. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)Ilustrasi. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau – Wasekjen PDIP Arif Wibowo mengatakan partainnya sudah menyiapkan struktur pemenangan pemilu. Rencananya bakal ada 3,5 juta saksi guraklih (regu penggerak pemilih) di tempat pemungutan suara atau TPS.

Bak pepatah kata Arif, Sedia payung sebelum hujan, itu memudahkan kita di dalam kerja memenangkan elektoral di Pemilu 2024 dan pilkada serentak tahun 2024.

“Kalau itu sudah kita siapkan. Kalau regu pemilih saksi sudah mulai rekrutmennya kurang lebih perintah partai 3 bulan yang lalu. Karena kita harus mencukupi satu kebutuhan personel untuk menjadi ujung tombak kita di setiap TPS yang total jumlahnya kurang lebih 3,5 juta saksi dan guraklih (regu penggerak pemilih) dan itu semua anggota dan kader partai,” kata Arif kepada wartawan di sela-sela Rakernas II PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

“Kita sudah mulai sejak awal untuk melatih para pelatihnya sampai akhir tahun, targetnya paling lambat sampai akhir tahun harus selesai pada 12 gelombang. Pelatihan itu ini sudah mau lima gelombang, tujuh gelombang lagi secara berturutan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” lanjutnya.

Anggota Komisi II DPR ini mengatakan PDIP akan memperbaiki sistem rekrutmen calon anggota DPR, DPRD dan DPD RI serta kepala daerah. Sehingga dapat menghasilkan wakil rakyat yang dapat dipercaya.

“Kemudian juga di dalam rakernas ini kita juga membahas, karena ada perintah ibu untuk memperbaiki rekrutmen dan seleksi. Satu tentang calon anggota DPR, DPRD dan DPD RI,” ujar Arif.

“Yang kedua calon kepala daerah, sehingga jauh-jauh hari kita sudah menyiapkan satu mekanisme yang lebih baik ketimbang di masa lalu untuk rekrutmen dan seleksi calon anggota DPR, DPRD, DPD dan kepala daerah kita supaya nanti hasilnya melahirkan bibit-bibit, wakil-wakil rakyat yang mumpuni, yang dipercaya rakyat, yang bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya kepada rakyat,” ujar Arif.

Adapun seleksi akan melihat rekam jejak. Kemudian tes psikologi dan wawancara yang mendalam. Tak lupa juga popularitas dan elektabilitas.

Tracking terhadap track record. Tes psikologinya dipertajam kemudian wawancaranya diperdalam, kemudian popularitas dan elektabilitasnya juga dipastikan. Maka kita pasti akan membuat satu riset atau survei secara berkala, reguler untuk ngecek. Dan juga loyalitas, dedikasi, dan kesetiaannya kepada partai,” ujarnya.

“Mekanismenya dipastikan di rakernas ini,setelah disetujui di rakernas maka itulah yang akan kita tempuh dan kita jalankan,” lanjut Arif.

Menurut Arif persiapan pemilu serentak bukan hal yang mudah. Oleh karena itu dia memastikan persiapan pemilu PDIP akan dilakukan sedini mungkin.

“Maka kita harus memperbaiki seluruh manajemen pengelolaan manajemen elektoral kita sebelum 8 bulan setelah pilkada dilaksanakan akan ada pilpres, bukan pekerjaan yang mudah. Maka jauh-jauh hari sudah kita siapkan. Sedia payung sebelum hujan, kalau kita prepare sejak awal maka haqul yakin itu memudahkan kita di dalam kerja memenangkan elektoral di Pemilu 2024 dan pilkada serentak tahun 2024,” ujarnya.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni