Waspada! Omicron BA.4 dan BA.5 ‘Meledak’ Jadi 793 Kasus

Headline
Ilustrasi Omicron. (Antarasumbar/HO-arsip Antara)Ilustrasi Omicron. (Antarasumbar/HO-arsip Antara)

Pantau – Data Kemenkes RI mengatakan terdapat kenaikkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang signifikan. Saat ini tercatat totalnya sebanyak 793 kasus.

“Saat ini Jakarta 85 persen genome-nya Omicron, sebentar lagi puncaknya,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Gedung Kemenkes, Rabu (29/6/2022).

Tercatat saat ini, BA.4 sebanyak 71 kasus dan BA.5 sebanyak 668 kasus. Diproyeksikan puncak kasus Omicron tiba di pertengahan Juli.

Budi menegaskan penularan Covid-19 di beberapa provinsi utamanya DKI Jakarta saat ini sudah didominasi subvarian BA.4 dan BA.5.

Sementara itu, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan kasus BA.4 terbanyak dengan total 64 kasus, kemudian disusul Banten sebanyak 3 kasus. Sedangkan varian BA.5 di Jakarta mencapai 582 kemudian disusul Jawa Barat sebanyak 29 kasus.

“Ada dua ciri-ciri BA.5 dan BA.4 yang berbeda dari sebelumnya. Awalnya tingginya 30 persen, jadi kemungkinan sebanyak 16-17 ribu puncaknya. Kemudian, penularannya cepat. Maka dari itu kita lihat 1-2 minggu di bulan Juli,” pungkasnya.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda