Pantau Flash
Pengamat: Kondisi Perbankan Masih Bagus di Tengah Wabah COVID-19
Hak Asimilasi Napi yang Berulah Usai Dibebaskan Bakal Dicabut
Italia Berencana Perpanjang Lockdown hingga 3 Mei
FIFPro Ingatkan Ancaman Kesehatan Mental Pesepak Bola
3 BUMN Patungan Sediakan 80 Ribu APD untuk Rumah Sakit

Waspada Virus Korona, IDI Desak Adanya Screening Penumpang di Bandara

Waspada Virus Korona, IDI Desak Adanya Screening Penumpang di Bandara Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban usai memberikan paparan terkait virus corona di Jakarta, Jumat (24/1/2020). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Pantau.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan perlu dilakukan screening atau penyaringan terhadap setiap pesawat dan penumpang di terminal kedatangan Internasional Tanah Air sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap sebaran virus korona.

"Kita perlu contoh sebagaimana yang diterapkan di Amerika sebab virus korona pada kenyataannya sudah masuk ke sejumlah negara lainnya," kata Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban di Jakarta.

Baca juga: Waspada Virus Korona, Pemerintah Tutup Penerbangan Rute Wuhan China

Screening secara umum bertujuan sebagai deteksi dini dari suatu penyakit atau usaha untuk mengidentifikasi penyakit tertentu. Hal ini dilakukan dengan pemeriksaan atau prosedur tertentu yang dapat digunakan secara cepat.

Ia menjelaskan Indonesia perlu berhati-hati atas penyebaran virus korona sebab saat ini sudah masuk di sejumlah negara di antaranya Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan.

Apalagi dengan semakin banyaknya penerbangan internasional dengan harga terjangkau baik itu dari maupun menuju Indonesia.

"Termasuk pula penerbangan dari China ke Indonesia yang relatif murah. Bahkan jauh lebih murah dari penerbangan Papua-Jakarta, sehingga kita harus hati-hati," ujarnya.

Senada dengan itu, ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Erni Juwita Nelwan menambahkan screening menggunakan body thermal scanner dibutuhkan mengingat semakin banyak penerbangan internasional yang langsung menuju Indonesia.

Baca juga: Langkah Sinergis Diperlukan Guna Antisipasi Virus Korona

Khususnya, ujar dia, penerbangan langsung dari China ke Indonesia tanpa transit sudah cukup banyak jam terbangnya.

"Hal ini tentu mengkhawatirkan sebab jika memang ada virus korona, maka virus itu tidak sempat ter-screening di tempat lain dulu, melainkan langsung masuk ke Indonesia," katanya.

Selain itu, yang paling penting di Indonesia saat ini ialah adanya kemampuan diagnostik yang tepat dan akurat. Hal ini dibutuhkan untuk memastikan virus korona atau bukan dengan cepat.

"Jadi kita harus pastikan bahwa kita kompeten menyeleksi kasus ini sebagai ya atau tidak," ujar dia.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: