Pantau Flash
Kejuaraan Dunia IWAS Diundur Akibat Virus Korona
Ditresnarkoba: China Pemasok Terbesar Narkoba ke Indonesia
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut BRI
Presiden Jokowi Minta Segera Disiapkan Timnas Basket yang Tangguh
Persebaya Lolos ke Final Piala Gubernur Jatim 2020 Usai Bungkam Arema 4-2

Wiranto Bantah Enam Warga Sipil Tewas Tertembak dalam Demo di Papua

Wiranto Bantah Enam Warga Sipil Tewas Tertembak dalam Demo di Papua Menko Polhukam Wiranto (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto membantah kabar viralnya enam warga sipil tewas tertembak aparat keamanan ketika melakukan demo di Deiyai, Papua, pada Rabu (28/8/2019).

"Kemarin ada berita bahwa dalam kerusuhan Deiyai itu ada enam masyarakat tertembak. Sampai di luar negeri diumumkan, padahal tidak," kata Wiranto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Demo Tolak Rasis Ricuh: Mobil Dandim 1701 Jayapura Diamuk Massa

Dia mengatakan dalam kejadian itu satu warga sipil tewas karena terkena panah dan senjata dari masyarakat itu, lalu ada satu anggota TNI tewas dan dua luka, serta empat personel polisi yang luka-luka.

Wiranto mengaku menyesalkan terjadinya kekerasan di Deiyai dan meminta aksi unjuk rasa di berbagai wilayah di Papua dilakukan secara damai.

"Sebenarnya kalau demonstrasi itu dilakukan dengan baik, sesuai dengan aturan main dalam demonstrasi, saya kira kita tidak perlu khawatir," ujarnya.

Wiranto juga menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan para aparat keamanan untuk tidak menggunakan peluru tajam saat mengamankan aksi unjuk rasa di Kabupaten Deiyai, Papua.

Baca juga: Kantor Bupati Deiyai Papua Diserang, Ketua DPR: Kopassus Bisa Dioperasikan

Dia mengatakan, aparat keamanan yang diterjunkan untuk mengurai demonstrasi itu harus mengedepankan pendekatan persuasif, bukan represif.

"Aparat keamanan sudah diinstruksikan jangan sampai melakukan tindakan represif. Harus persuasif terukur, bahkan senjata peluru tajam tidak boleh digunakan," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: