Pantau Flash
Erick Thohir Ganti Dirut PT Pembangunan Perumahan
Doni Monardo Sebut Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
Gempa M 7,1 Maluku Utara Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina
Seorang Pemain Tottenham Hotspur Positif Terinfeksi COVID-19
Pemerintah Segera Bayar Dana Kompensasi kepada PLN dan Pertamina

Wiranto Jelaskan Alasan Panglima TNI dan Kapolri Berkantor di Papua

Wiranto Jelaskan Alasan Panglima TNI dan Kapolri Berkantor di Papua Menko Polhukam Wiranto (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan langkah Panglima TNI dan Kapolri berkantor sementara di Papua agar cepat pengambilan keputusan dalam menangani permasalahan di Bumi Cenderawasih.

"Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri yang untuk sementara waktu berkantor di sana adalah hasil satu kesepakatan kita," katanya, menjawab pertanyaan wartawan di sela konferensi pers terkait kondisi Papua dan Papua Barat, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Biasanya, kata Wiranto, dalam keadaan tertentu bisa diadakan 'posko aju', yakni pos komando yang diajukan.

Baca juga: Kapolri Tito Karnavian: Situasi di Papua Barat Segera Stabil

Tujuannya, kata dia, agar bisa melihat secara langsung yang terjadi, bisa ikut merasakan, sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan.

"Agar bisa lihat secara riil apa yang terjadi, bukan hanya dari laporan, agar bisa ikut merasakan, sehingga keputusan nanti tidak salah. Keputusan bisa adil, benar," tuturnya.

Oleh karena itu, Wiranto meminta seluruh pihak untuk tidak khawatir karena pemerintah akan menyelesaikan persoalan di Papua dengan sebaik-baiknya.

"Maka jangan khawatir, semua yang dilaporkan pasti diselesaikan. Saya akan terus update laporan dari sana. Kalau belum ada jawaban, berarti laporan belum sampai," ujarnya.

Baca juga: Wiranto Sebut Pelaku Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua Sudah Ditindak Tegas

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mulai berkantor sementara di Markas Kodam XVII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Selasa ini.

Rencananya, mereka akan berkantor di Papua selama 4-10 hari ke depan untuk memberikan jaminan keamanan agar situasi dan kondisi kembali tenang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: