Wisudawan Sam Ratulangi Viral Usai Bentang Kertas ‘Unsrat Masih Banyak Pungli’

Headline
Seorang wisudawan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) viral di media sosial. (Tangkapan layar)

Pantau – Seorang wisudawan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) viral di media sosial karena membentang kertas dengan tulisan ‘Unsrat Masih Banyak Pungli’. Uniknya bukannya berkaca, aksi wisudawan tersebut malah menjadi serangan balik.

Pihak Universitas bakal mempolisikan wisudawan tersebut jika tidak memiliki bukti dalam acara wisuda yang kedua kalinya tahun ini di Auditorium Unsrat Manado pada Rabu (25/5/2022).

Dalam antrian wisudawan/ti, dan setelah proses pemindahan tali toganya selesai, wisudawan itu sebelum benar-benar turun dari panggung, ia memperlihatkan secarik kertas ke arah kamera. Kemudian terlihatlah tulisan ‘Unsrat masih banyak pungli’ dalam kertas itu.

Aksi ini jelas sebagai simbol suara Mahasiswa yang sulit diungkap.
Tulisan bernada kritikan itu sudah dipersiapkan sejak awal sebelum wisudawan itu naik ke panggung.

Wakil rektor III bagian kemahasiswaan Unsrat Ronny Gosal bahkan memberikan ultimatum kepada wisudawan itu agar segera menunjukkan bukti pungli hingga akhir bulan ini. Jika tidak, wisudawan itu bakal dibawa ke meja hijau.

“Kami sudah konsultasi dengan pihak kepolisian (soal potensi penerapan pasal yang akan dilaporkan),” ujar Ronny, Sabtu (25/6/2022).

Menurutnya, tindakan mahasiswa itu, sudah masuk ke ranah penistaan institusi. Aksi ini bahkan dinilai lebih dari sekadar pelecehan institusi.

“Sudah penistaan institusi Pasal 310 dan 311 KUHP,” katanya.

Wakil rektor III bagian kemahasiswaan Unsrat Ronny Gosal bahkan memberikan ultimatum kepada wisudawan itu agar segera menunjukkan bukti pungli hingga akhir bulan ini. Jika tidak, wisudawan itu bakal dibawa ke meja hijau.

“Kami sudah konsultasi dengan pihak kepolisian (soal potensi penerapan pasal yang akan dilaporkan),” ujar Ronny, Sabtu (25/6/2022).

Ronny mengakui hasil koordinasi dengan pihak kepolisian adalah apa yang dilakukan oleh wisudawan itu sudah masuk ke ranah penistaan institusi. Aksi ini bahkan dinilai lebih dari sekadar pelecehan institusi.

“Sudah penistaan institusi Pasal 310 dan 311 KUHP,” katanya.

Ronny juga mencurahkan isi hati (curhat) terkait banyaknya pimpinan fakultas di Unsrat yang tak habis pikir dengan aksi wisudawan itu. Terutama karena kritikan itu benar-benar tak dapat dibuktikan hingga detik ini.

Dia lalu mencontohkan Fakultas Teknik Unsrat yang saat ini telah mendapatkan pengakuan legitimasi dari kementerian sebagai satu-satunya fakultas di Sulut yang telah melaksanakan zona integritas. Namun aksi kritikan wisudawan itu seolah meruntuhkan pencapaian mereka.

“Tersinggung sekali dekannya. Mereka minta buktikan mana pungli di Fakultas Teknik,” katanya.

Kendati demikian, Ronny memastikan pihaknya bakal menjunjung asas praduga tak bersalah. Oleh sebab itu Unsrat tetap memberikan kesempatan satu kali lagi agar sang wisudawan mau membuktikan kritikannya tempo hari.

“Kami masih beritikad baik, malah kalau tidak datang bisa saja kami akan proses hukum. Pokoknya kalau bisa datang paling lama bulan ini, sebelum habis masa jabatan rektor,” ujarnya.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni